Loading
Bek AS Roma Evan Ndicka merayakan keberhasilannya mencetak gol ke gawang Juventus pada pertandingan Liga Italia di Stadion Olimpico, Roma, Minggu (1/3/2026) waktu setempat. (asroma.com)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Laga panas antara AS Roma dan Juventus menghadirkan tontonan penuh drama. Duel pekan ke-27 Serie A yang digelar di Stadion Olimpico, Minggu (1/3/2026) waktu setempat, berakhir imbang 3-3 setelah kedua tim saling berbalas gol hingga detik terakhir.
Hasil ini membuat Roma tetap bertahan di peringkat keempat klasemen sementara dengan 51 poin dari 27 pertandingan. Namun jarak dengan pemuncak klasemen, Inter Milan, masih cukup jauh, yakni 16 poin.
Sementara itu, Juventus harus rela turun ke posisi keenam dengan koleksi 47 poin, terpaut empat angka dari zona empat besar yang menjadi target utama demi tiket Liga Champions musim depan.
Sejak peluit awal dibunyikan, Roma langsung mengambil inisiatif serangan. Peluang pertama hadir lewat tendangan Lorenzo Pellegrini, namun bola masih melebar dari sasaran.
Gol yang ditunggu publik Olimpico akhirnya lahir pada menit ke-39. Umpan matang dari Niccolo Pisilli sukses dimaksimalkan Wesley Franca untuk membawa tuan rumah unggul 1-0 hingga turun minum.
“Kami memulai laga dengan intensitas tinggi dan mampu memanfaatkan peluang di babak pertama,” ujar pelatih Roma, Gian Piero Gasperini, seusai pertandingan, seperti yang dikutip dari Antara.
Juventus langsung merespons cepat selepas jeda. Baru dua menit babak kedua berjalan, Francisco Conceicao sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat tembakan terukur.
Namun Roma kembali menunjukkan mental kuat. Pada menit ke-54, umpan silang Pellegrini ditanduk sempurna oleh Evan Ndicka untuk mengubah skor menjadi 2-1.
Keunggulan tuan rumah bertambah pada menit ke-65. Kerja sama apik lini tengah diakhiri sepakan indah Donyell Malen yang tak mampu dihentikan kiper Juventus, Mattia Perin. Skor 3-1 membuat Olimpico bergemuruh.
“Kami sempat kehilangan fokus setelah tertinggal dua gol. Tapi karakter tim ini tidak pernah menyerah,” kata pelatih Juventus dalam konferensi pers.
Saat laga tampak akan menjadi milik Roma, Juventus memperlihatkan daya juang tinggi. Menit ke-78, Jeremie Boga memperkecil ketertinggalan lewat gol rebound yang membuat skor berubah menjadi 3-2.
Drama mencapai puncaknya di masa injury time. Pada menit 90+3, Federico Gatti menyambar bola liar di kotak penalti Roma dan menggetarkan jala tuan rumah. Skor 3-3 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
“Kami menunjukkan mentalitas besar dengan menyamakan kedudukan di akhir laga. Ini poin penting untuk menjaga peluang kami,” ujar salah satu pemain Juventus.
Tambahan satu poin membuat Roma tetap berada di zona Liga Champions, tetapi tekanan dari tim-tim di bawahnya semakin nyata. Di sisi lain, Juventus kini berada di luar empat besar dan harus bekerja ekstra keras pada sisa musim.
Dengan 11 pertandingan tersisa, perebutan tiket ke kompetisi elite Eropa di Serie A dipastikan berlangsung ketat hingga pekan terakhir. Drama di Olimpico menjadi bukti bahwa persaingan papan atas musim ini benar-benar belum selesai.