Loading
Ilustrasi - logo Premier League Inggris. ANTARA/Gilang Galiartha
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Chelsea dan West Ham United resmi didakwa oleh Football Association (FA) setelah insiden keributan yang terjadi pada menit-menit akhir pertandingan Liga Inggris di Stamford Bridge, Sabtu (31/1/2026) pekan lalu.
Menurut laman resmi FA, “Chelsea dinilai gagal mencegah para pemainnya melakukan tindakan yang tidak pantas atau provokatif. Sementara West Ham dituding tidak mencegah pemain mereka berperilaku tidak pantas, provokatif, atau bahkan bersifat kekerasan,” tulis FA pada Kamis (5/2/2026). Kedua klub diberikan waktu hingga Jumat pekan ini untuk memberikan tanggapan atas dakwaan tersebut.
Insiden bermula pada menit ke-95 ketika pemain sayap West Ham, Adama Traore, berbenturan dengan bek Chelsea, Marc Cucurella, saat mengejar bola di sisi lapangan. Bentrokan itu memicu aksi Traore menjatuhkan Cucurella, kemudian Joao Pedro dari Chelsea mendorong Traore sebagai balasan.
“Dalam beberapa detik, sejumlah pemain dari kedua tim ikut terlibat dalam keributan,” ujar FA. Setelah ditinjau melalui VAR, bek West Ham, Jean-Clair Todibo, diganjar kartu merah karena melakukan tindakan kekerasan dengan mencekik Joao Pedro. Traore dan Joao Pedro sama-sama menerima kartu kuning dari wasit Anthony Taylor.
Pada pertandingan tersebut, Chelsea sempat tertinggal 0-2 di babak pertama akibat gol Jarrod Bowen dan Crysencio Summerville. Namun, The Blues bangkit di babak kedua dan berhasil membalikkan keadaan menjadi 3-2, ditutup dengan gol kemenangan Enzo Fernandez pada menit ke-92. Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Chelsea dalam Liga Inggris setelah tertinggal dua gol di babak pertama.
Kekalahan membuat West Ham tetap berada di posisi ke-18 klasemen, terpaut enam poin dari zona aman, sementara Chelsea kokoh di peringkat kelima.