Selasa, 27 Januari 2026

ASEAN Para Games 2025 Thailand Resmi Ditutup, Malaysia Siap Jadi Tuan Rumah 2027


 ASEAN Para Games 2025 Thailand Resmi Ditutup, Malaysia Siap Jadi Tuan Rumah 2027 Proses penyerahan patakan atau bendera ASEAN Para Sport Federation (APSF) dari Thailand yang diterima oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia Muhammed Taufiq Bin Johari untuk penyelenggaraan ASEAN Para Games 2027 Malaysia, di 80th Birthday Anniversary Stadium, Nakhon Ratchasima, Senin (26/1/2026) malam. ANTARA/Donny Aditra

NAKHON RATCHASIMA, ARAHKITA.COM — Ajang olahraga disabilitas terbesar di Asia Tenggara, ASEAN Para Games 2025, resmi berakhir pada Senin malam di 80th Birthday Anniversary Stadium, Nakhon Ratchasima. Penutupan edisi ke-13 ini sekaligus menandai dimulainya hitung mundur menuju gelaran berikutnya di Malaysia pada 2027.

Prosesi penutupan ditandai dengan penyerahan pataka ASEAN Para Sports Federation (APSF) dari tuan rumah Thailand kepada Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Muhammed Taufiq Bin Johari. Momen simbolik itu menegaskan estafet penyelenggaraan berpindah tangan, menyusul suksesnya Thailand menggelar kompetisi dua tahunan tersebut.

Sebelum pataka berpindah, penonton disuguhi rangkaian acara yang meriah—mulai dari pertunjukan musik dan tarian, pesta kembang api, parade kontingen, hingga pemutaran video dokumenter yang merangkum perjuangan para atlet sepanjang kejuaraan.

Dalam defile kontingen, Indonesia tampil dengan dipimpin atlet anggar kursi roda Akhmad Saidah, peraih emas nomor men’s individual foil A. Kehadirannya menjadi simbol konsistensi prestasi Merah Putih sepanjang turnamen.

Thailand mengusung semangat kesetaraan lewat motto “Create Pride Together”, yang tercermin dalam atmosfer kompetisi hingga penutupan. Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand Atthakorn Sirilatthayakorn, saat membacakan pidato Raja Thailand Vajiralongkorn (Rama X), menegaskan komitmen tuan rumah untuk melayani seluruh kontingen dan pemangku kepentingan secara maksimal, seraya berharap APG kian mempererat persahabatan dan menjunjung tinggi sportivitas.

ASEAN Para Games 2025 berlangsung pada 20–26 Januari dengan Nakhon Ratchasima sebagai pusat kegiatan. Khusus cabang tenpin boling, pertandingan digelar di Bangkok. Sebanyak 10 negara berpartisipasi—Thailand, Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, Timor Leste, Filipina, Vietnam, Laos, dan Myanmar—dengan total sekitar 1.700 atlet dari 19 cabang olahraga yang memperebutkan 496 medali emas.

Kontingen Indonesia mengikuti 18 cabang olahraga dan menutup kejuaraan dengan raihan 135 emas, 143 perak, dan 114 perunggu (total 392 medali). Hasil tersebut mengantarkan Indonesia finis di peringkat kedua, di bawah Thailand yang keluar sebagai juara umum. Malaysia menempati posisi ketiga dikutip Antara.

Meski belum menjadi juara umum, Indonesia mencatatkan dominasi di sejumlah cabang. Tim para panahan mengamankan lima emas dari sembilan nomor, sementara para judo tampil sempurna dengan menyapu bersih tujuh emas yang diperebutkan. Target Kementerian Pemuda dan Olahraga—masuk tiga besar dengan 82 emas—juga terlampaui oleh kontingen yang dipimpin Chief de Mission Reda Manthovani.

Dengan penutupan APG 2025, perhatian kini tertuju ke Malaysia. Tuan rumah berikutnya diharapkan melanjutkan semangat inklusivitas dan prestasi yang telah terbangun, sembari menghadirkan panggung yang makin kompetitif bagi atlet disabilitas Asia Tenggara.

 

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Olahraga Terbaru