Selasa, 27 Januari 2026

Sempat Unggul Jauh, Jafar/Felisha Terhenti di Semifinal Indonesia Masters


 Sempat Unggul Jauh, Jafar/Felisha Terhenti di Semifinal Indonesia Masters Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu kiri

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Langkah ganda campuran Indonesia Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu harus terhenti di babak semifinal BWF World Tour Super 500 Daihatsu Indonesia Masters 2026. Perubahan kondisi lapangan disebut menjadi faktor krusial yang memengaruhi performa mereka.

Bermain di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (24/1/2026), Jafar/Felisha kalah dari pasangan Denmark Mathias Christiansen/Alexandra Boje lewat laga ketat tiga gim dengan skor 22-20, 19-21, 17-21 dalam pertandingan berdurasi sekitar 69 menit.

Kekalahan tersebut terasa menyakitkan karena wakil tuan rumah sempat menguasai pertandingan, khususnya pada gim penentuan. Namun, perubahan situasi lapangan perlahan menggerus kendali permainan mereka.

“Peluangnya sebenarnya ada, tapi kami tidak bisa memaksimalkannya. Setelah kondisi lapangan berubah, kami jadi banyak tertekan dan kurang nyaman,” ujar Felisha seusai laga.

Pada gim pertama, Jafar/Felisha tampil agresif dan mampu menjaga fokus di poin-poin kritis. Meski mendapat tekanan dari Christiansen/Boje, mereka sukses mengamankan gim pembuka dengan skor tipis 22-20.

Memasuki gim kedua, pasangan Denmark tampil lebih solid dan konsisten. Jafar/Felisha sempat menyamakan kedudukan menjadi 17-17, namun beberapa kesalahan sendiri membuat gim kedua lepas dengan skor 19-21.

Di gim ketiga, harapan sempat terbuka lebar setelah Jafar/Felisha unggul jauh 11-4 saat interval. Namun keunggulan tersebut tidak bertahan lama.

Felisha mengungkapkan perubahan arah angin setelah pergantian lapangan sangat berpengaruh terhadap kontrol permainan.

“Setelah ganti lapangan, arah angin berbeda dan kontrol bola jadi sulit. Mereka unggul angin dan bermain lebih cepat, sementara kami kesulitan untuk menyerang,” jelas Felisha seperti dikutip dari Antara.

Momentum kemudian berbalik. Christiansen/Boje mampu mengejar ketertinggalan dan tampil lebih tenang hingga menutup gim penentuan dengan kemenangan 21-17.

Sementara itu, Jafar menilai secara umum permainan mereka tidak buruk, namun tekanan dari lawan membuat eksekusi menjadi kurang maksimal.

“Secara permainan sebenarnya cukup bagus, tapi tekanannya membuat kami ragu saat membuka serangan,” kata Jafar.

Hasil semifinal ini diakui belum sesuai target pribadi Jafar/Felisha. Meski demikian, keduanya menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk menghadapi turnamen berikutnya.

“Evaluasinya adalah bagaimana keluar dari tekanan saat kondisi lapangan tidak menguntungkan, termasuk soal power ketika kalah angin,” tutur Felisha.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Olahraga Terbaru