Loading
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Alwi Farhan berselebrasi usai meraih poin atas lawannya pebulu tangkis China Wang Zheng Xing. (Antara)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Tunggal putra Indonesia Alwi Farhan memastikan langkah ke semifinal BWF World Tour Super 500 Daihatsu Indonesia Masters 2026 setelah melalui laga penuh dinamika di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (23/1/2026).
Juara Dunia Junior 2023 itu sukses menuntaskan misi balas dendam atas wakil Jepang Yushi Tanaka dengan kemenangan dua gim langsung 22-20, 21-16, meski mengakui kondisi fisiknya belum sepenuhnya pulih.
“Alhamdulillah, walaupun kondisi saya tidak 100 persen, saya berusaha memaksimalkan kemampuan yang ada. Dukungan penonton Istora luar biasa dan sangat membantu, terutama saat saya tertinggal,” ujar Alwi seusai pertandingan.
Sejak awal laga, pertandingan berjalan ketat. Tanaka tampil agresif dan sempat unggul cepat 5-1 hingga 7-3. Namun Alwi mampu merespons tekanan dengan permainan menyerang dan mencetak lima poin beruntun untuk membalikkan keadaan menjadi 8-7.
Kedua pemain kemudian saling kejar angka hingga imbang 10-10 sebelum Alwi menutup interval gim pertama dengan keunggulan tipis. Seusai jeda, tensi pertandingan meningkat. Tanaka bahkan lebih dulu meraih game point pada skor 20-17.
Namun, ketenangan Alwi menjadi pembeda. Ia berhasil menyamakan kedudukan dan merebut gim pertama setelah memanfaatkan kesalahan lawan.
Situasi serupa kembali terulang di gim kedua. Tanaka kembali unggul lebih dulu 7-3 dan 8-5. Meski begitu, Alwi menunjukkan ketangguhan mental dengan mengejar dan membalikkan keadaan menjadi 9-8. Reli panjang mewarnai gim kedua hingga interval, sebelum Alwi mampu menjaga konsistensi dan memperlebar jarak menjadi 15-12.
Keunggulan tersebut terus dipertahankan hingga Alwi meraih match point pada skor 20-16. Sebuah dropshot presisi akhirnya mengakhiri perlawanan Tanaka sekaligus memastikan tiket semifinal.
Alwi mengungkapkan bahwa kemenangan ini diraih di tengah kondisi fisik yang belum ideal. Namun, dukungan tim dan atmosfer Istora menjadi faktor penting dalam menjaga fokusnya.
Ia juga mengakui sempat kehilangan konsentrasi akibat dinamika dengan perangkat pertandingan di awal laga, sebelum akhirnya mampu mengendalikan emosi.
“Tadi sempat terpancing, tapi pelatih langsung mengingatkan. Itu jadi pelajaran penting buat saya supaya bisa lebih dewasa saat bertanding,” tutur Alwi seperti dikutip dari Antara.
Peran pelatih Indra Wijaya diakui Alwi sangat krusial dalam perjalanannya hingga semifinal. Pendekatan fleksibel, baik secara teknis maupun mental, membuatnya lebih tenang menghadapi momen-momen krusial.
“Koh Indra sangat berpengaruh. Beliau bisa mengatur taktik, mental, dan suasana. Saya merasa tidak berjuang sendiri karena semua sudah diatur tim, mulai dari fisik, gizi, sampai medis,” kata Alwi.
Kemenangan ini juga menjadi catatan spesial bagi Alwi, mengingat dalam dua pertemuan sebelumnya ia selalu kalah dari Tanaka, termasuk di Spain Masters 2024.
Pada babak semifinal, Alwi akan menghadapi wakil Taiwan Chi Yu Jen, yang sebelumnya menyingkirkan pebulu tangkis Singapura Jia Heng Jason Teh. Menatap laga tersebut, Alwi memilih fokus pada pemulihan kondisi tanpa memasang target berlebihan.
“Saya tidak mau menyerah selama shuttlecock belum jatuh. Fokus saya sekarang recovery dan memberikan yang terbaik untuk Indonesia,” ujar Alwi.