Loading
Atlet para judo Indonesia Rafli Ahnaf Shidqi menggigit medali emas ASEAN Para Games (APG) 2025 Thailand, di Convention Hall, The Mall Korat, Nakhon Ratchasima, Jumat (23/1/2026) sore. ANTARA/Donny Aditra
NAKHON RATCHASIMA, ARAHKITA.COM – Medali emas yang diraih atlet para judo Indonesia Rafli Ahnaf Shidqi di ASEAN Para Games (APG) 2025 Thailand punya arti yang jauh lebih besar dari sekadar angka di papan skor. Bagi Rafli, emas itu adalah kado spesial untuk anaknya yang baru saja merayakan ulang tahun keempat.
Rafli tampil sebagai juara pada final nomor perorangan J1 -70 kg putra yang digelar di Convention Hall, The Mall Korat, Nakhon Ratchasima, Jumat (23/1/2026) sore.Senyum Rafli mengembang saat menggenggam medali emas. Namun di balik kemenangan itu, ada rindu yang selama ini ia tahan. Pasalnya, selama persiapan hingga pertandingan, Rafli harus menjalani hari-hari panjang jauh dari rumah.
“Motivasi terbesar saya keluarga, terutama anak. Anak saya satu, jadi emas ini kado untuk anak saya yang kemarin ulang tahun dan sekarang umur 4 tahun,” ujarnya usai menerima medali.
Bagi pemuda 26 tahun itu, momen kemenangan terasa emosional karena ia menjalani pemusatan latihan nasional (pelatnas) di Solo, Jawa Tengah selama berbulan-bulan. Sementara rumah dan keluarganya berada di Bandung, Jawa Barat.
Medali emas itu pun menjadi semacam “penebus” rindu—hadiah untuk sang anak sekaligus hadiah bagi dirinya sendiri yang sudah bertahan dalam proses panjang.
Malam Menjelang Final: Sulit Tidur dan Tertekan
Rafli mengakui, malam sebelum final bukanlah malam yang mudah. Tekanan pertandingan membuatnya sulit memejamkan mata.Untuk menenangkan pikiran, ia memilih melakukan hal-hal sederhana: bermain gawai dan menonton tayangan hiburan agar fokusnya tidak larut dalam kecemasan.
Setelah lebih tenang, Rafli melakukan peregangan ringan supaya tubuh tetap siap dan tidak kaku saat bertanding.
Disiplin Diet dan Turun Kelas Tanding
Dari sisi fisik, Rafli juga menjalani latihan ketat, termasuk pola makan disiplin. Ia mengonsumsi buah dan vitamin meski mengaku bukan penggemar buah.Diet ketat dan rutinitas lari dilakukan untuk menurunkan berat badan, karena Rafli harus bertanding di kelas -70 kg, setelah sebelumnya sempat bermain di -73 kg.
Tak hanya latihan dan disiplin makan, dukungan keluarga ikut memberi tenaga tambahan.
“Dukungan keluarga menguatkan mental. Mereka sering kirim makanan kesukaan ke pelatnas. Beberapa kali juga datang ke Solo bersama anak. Itu sumber semangat besar buat saya,” kata Rafli yang sudah menekuni judo sejak SMA dikutip Antara.
Rekam Prestasi Makin Lengkap, Bidik APG 2026 dan Paralimpiade 2028
Emas di APG 2025 Thailand semakin melengkapi perjalanan karier Rafli di ajang multi-event. Ia sebelumnya juga meraih emas Peparnas 2024 di Solo.
Ke depan, Rafli tak ingin berhenti sampai di sini. Ia menargetkan bisa tampil di level yang lebih tinggi, yakni Asian Para Games Aichi–Nagoya 2026 (Jepang) dan puncaknya Paralimpiade Los Angeles 2028.