Loading
Penyerang Crystal Palace Jean-Philippe Mateta merayakan keberhasilannya mencetak gol ke gawang Tottenham pada pekan ke-9 Liga Inggris di Stadion Selhurst Park, London, Minggu (27/10/2024). HO-Crystal Palace/cpfc.co.uk
JAKARTA ARAHKITA.COM – Penyerang Crystal Palace, Jean-Philippe Mateta, dikabarkan berencana meninggalkan klub pada bursa transfer Januari. Striker asal Prancis itu menegaskan hanya tertarik melanjutkan karier di Liga Inggris atau Liga Italia, sekaligus menutup pintu untuk hijrah ke Liga Arab Saudi.
Kabar tersebut disampaikan jurnalis transfer internasional Fabrizio Romano melalui akun resmi X miliknya, dikutip Kamis (22/1/2026).
“Mateta telah memberi tahu klub bahwa ia ingin pindah pada Januari, tetapi tidak ingin bergabung dengan Liga Pro Saudi. Rencananya jelas: Liga Primer Inggris atau Serie A,” tulis Romano,seperti yang dikutip dari Antara.
Baca juga:
Prancis Ditahan Imbang Islandia 2-2Menurut Romano, Mateta sudah menyampaikan keinginannya kepada manajemen Palace dan kini menunggu keputusan klub.
“Setelah pembicaraan dengan Aston Villa dan Juventus, Mateta berharap bisa pindah pada Januari. Saat ini keputusan ada di tangan Palace dan negosiasi masih berlangsung,” tambahnya.
Aston Villa disebut meminati Mateta untuk menambah daya gedor lini depan setelah kepergian Donyell Malen ke AS Roma. Sementara itu, raksasa Italia Juventus juga dirumorkan ingin memboyong Mateta ke Turin guna mempertajam sektor serang mereka.
Musim ini, Mateta tampil cukup konsisten dengan mencatat 10 gol dan dua assist dari 33 pertandingan di semua kompetisi. Ia bergabung dengan Crystal Palace pada Januari 2021 dari klub Jerman FSV Mainz 05.
Selama membela The Eagles, Mateta telah mengoleksi 185 penampilan, mencetak 56 gol dan 13 assist. Ia juga menjadi bagian penting dari kesuksesan Palace meraih Piala FA musim lalu serta Community Shield musim ini.
Jika Mateta benar-benar hengkang, Crystal Palace berpotensi kehilangan pilar penting lainnya setelah sebelumnya melepas Marc Guehi ke Manchester City. Situasi ini kian menantang bagi Palace, mengingat sang pelatih Oliver Glasner juga telah mengumumkan rencana hengkang di akhir musim.