Obor Menyala, ASEAN Para Games ke-13 Dimulai di Thailand


 Obor Menyala, ASEAN Para Games ke-13 Dimulai di Thailand Sejumlah perwakilan kontingen Indonesia, yang terdiri atas atlet, pelatih, dan ofisial tim, berjalan dalam momen parade kontingen negara peserta ASEAN Para Games 2025 Thailand, 80th Birthday Anniversary Stadium, Nakhon Ratchasima, Selasa (20/1/2026) malam. ANTARA/Donny Aditra

NAKHON RATCHASIMA, ARAHKITA.COM — ASEAN Para Games 2025 Thailand resmi dimulai. Edisi ke-13 pesta olahraga disabilitas se-Asia Tenggara itu dibuka melalui prosesi penyalaan obor di 80th Birthday Anniversary Stadium, Nakhon Ratchasima, Selasa (20/1/2026) malam.

Momen penyalaan obor menjadi salah satu titik paling emosional dalam upacara pembukaan. Empat atlet tuan rumah bergantian membawa obor, mengelilingi area stadion yang dipenuhi kontingen peserta yang duduk di tengah lapangan. Setelah itu, api obor dinyalakan—menandai dimulainya kompetisi dua tahunan yang selalu dinanti.

Sebelum prosesi utama, pembukaan berlangsung meriah lewat pertunjukan musik, tarian, kembang api, hingga parade kontingen. Atmosfer stadion berubah menjadi panggung perayaan: bukan sekadar soal pertandingan, tapi juga tentang kesetaraan dan kebanggaan bersama.

Thailand tahun ini mengusung motto “Create Pride Together”. Tema tersebut menggambarkan semangat kolektif—bahwa prestasi atlet bukan hanya milik satu negara, melainkan menjadi kebanggaan bersama Asia Tenggara yang terus belajar merayakan keberagaman melalui olahraga.

Dalam pidato kerajaan yang disampaikan pada kesempatan itu, Raja Thailand Maha Vajiralongkorn menyambut seluruh kontingen peserta. Ia juga menyampaikan harapan agar ASEAN Para Games terus menjadi ruang yang memperkuat persahabatan antarnegara, menjunjung sportivitas, serta memperluas semangat inklusivitas.

Setelah sambutan disampaikan, Raja yang dikenal sebagai Rama X itu kemudian secara resmi membuka ASEAN Para Games ke-13 dikutip Antara.

ASEAN Para Games 2025 dipusatkan di Provinsi Nakhon Ratchasima pada 20–26 Januari 2026. Namun, khusus cabang olahraga Tenpin Bowling, pertandingan digelar di Bangkok.

Ajang ini diselenggarakan di bawah naungan ASEAN Para Sports Federation (APSF). Mengacu pada kebijakan federasi, tuan rumah SEA Games pada periode yang sama juga bertindak sebagai penyelenggara ASEAN Para Games.

Nakhon Ratchasima sendiri menjadi lokasi utama untuk upacara pembukaan dan penutupan. Sepanjang penyelenggaraan, total 493 medali emas akan diperebutkan oleh 11 negara peserta dari 19 cabang olahraga, ditambah dua cabang ekshibisi.

Negara peserta ASEAN Para Games 2025 meliputi Thailand, Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, Timor Leste, Filipina, Kamboja, Vietnam, Laos, dan Myanmar. Jumlah atlet yang ambil bagian mencapai sekitar 1.700 orang.

Kontingen Indonesia turut meramaikan kompetisi dengan mengikuti 18 cabang olahraga, di antaranya para atletik, para bulu tangkis, para tenis meja, boccia, sepak bola cerebral palsy (CP), serta bola basket kursi roda.

Total 290 atlet Indonesia disiapkan untuk bertanding dan membawa pulang prestasi, sekaligus menunjukkan bahwa semangat juang tak pernah mengenal batas.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Olahraga Terbaru