Loading
Pemain Houston Rockets Kevin Durant. (ANTARA/X/HoustonRockets)
JAKARTA, ARAHKITA.COM — Kevin Durant kembali menegaskan statusnya sebagai salah satu scorer paling mematikan dalam sejarah NBA. Bintang Houston Rockets itu resmi melewati catatan poin Wilt Chamberlain dan kini menempati peringkat ketujuh daftar pencetak poin terbanyak sepanjang masa NBA.
Momen penting itu terjadi saat Rockets bertandang ke markas Portland Trail Blazers di Portland. Durant sebenarnya hanya membutuhkan 15 poin sebelum pertandingan dimulai untuk menyalip Chamberlain. Namun ia langsung tampil agresif dan menjaga ritme permainan hingga kuarter ketiga.
Tonggak sejarah datang lewat tembakan tiga angka pada kuarter ketiga. Tripoin tersebut menjadi poin ke-31.422 sepanjang kariernya, sekaligus membuatnya melampaui Wilt Chamberlain yang mengoleksi 31.419 poin. Tembakan penentu itu tercipta saat kuarter ketiga menyisakan 7 menit 57 detik.
Dengan pencapaian ini, Durant kini berada tepat di bawah Dirk Nowitzki, yang menempati peringkat keenam daftar top skor sepanjang masa NBA dengan torehan 31.560 poin. Artinya, jarak Durant menuju posisi enam besar juga makin tipis dan bukan tidak mungkin terkejar dalam waktu dekat.
Tak hanya soal poin, Durant juga menorehkan catatan lain dalam pertandingan yang sama. Pemain berusia 37 tahun itu berhasil melampaui 8.000 rebound sepanjang kariernya—sebuah bukti bahwa kontribusinya tidak melulu soal mencetak angka.
Pelatih Rockets Ime Udoka menyebut pencapaian tersebut sebagai buah dari kedisiplinan dan konsistensi Durant yang tetap terjaga meski sudah lama berkarier di NBA.Udoka menegaskan ia tidak terkejut melihat Durant terus mencetak sejarah, karena sang bintang dikenal punya etos kerja yang kuat dan kebiasaan latihan yang stabil dari hari ke hari.
Sementara itu, pelatih Trail Blazers Tiago Splitter juga mengaku sudah lama kagum pada Durant sejak masa awalnya di Oklahoma City. Menurut Splitter, Durant adalah contoh pemain yang selalu bisa menjaga produktivitas, bahkan ketika usia sudah tidak muda lagi dikutip Antara.
Splitter menilai, mencetak angka tinggi mungkin terasa biasa untuk Durant. Tapi mempertahankan konsistensi itu selama bertahun-tahun—hingga mendekati akhir karier—justru menjadi hal yang sangat langka dan mengesankan di level NBA.