Kamis, 22 Januari 2026

Fajar/Fikri Tumbang di Semifinal, Indonesia Pulang Tanpa Gelar dari Malaysia Open 2026


 Fajar/Fikri Tumbang di Semifinal, Indonesia Pulang Tanpa Gelar dari Malaysia Open 2026 Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri mengunci tiket ke 16 besar French Open 2025, setelah ganda China Huang Di/Liu Yang mengundurkan diri di tengah-tengah laga 32 besar yang berlangsung di Glaz Arena, Rennes, Prancis, Rabu malam WIB (22/10/2025). ANTARA/HO-X/@INABadminton/pri.

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Harapan Indonesia untuk membawa pulang gelar dari BWF World Tour Super 1000 Malaysia Open 2026 resmi kandas. Ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri gagal melangkah ke final usai terhenti di babak semifinal, Sabtu (10/1/2026).

Pasangan unggulan keenam itu harus mengakui keunggulan wakil tuan rumah sekaligus unggulan kedua, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, lewat dua gim ketat dengan skor 21-23, 18-21 di Axiata Arena, Kuala Lumpur.

Sejak gim pertama, pertandingan berlangsung panas dan penuh tekanan. Fajar/Fikri beberapa kali sempat berada di posisi unggul dan memegang momentum, namun dukungan publik Malaysia yang memadati arena membuat Aaron/Soh tampil semakin percaya diri, terutama saat memasuki poin-poin menentukan.

Fajar mengakui atmosfer di Axiata Arena menjadi salah satu faktor penting yang membuat pasangan lawan mampu menjaga ketenangan dan membalikkan keadaan.“Mereka tampil luar biasa di depan pendukung yang sangat luar biasa di Axiata Arena. Dari gim pertama dan kedua kami sempat unggul, tapi mereka bisa membalikkan keadaan. Mereka sangat percaya diri bermain di sini,” ujar Fajar dalam keterangan resmi PP PBSI.

Selain faktor mental pertandingan, Fajar menyebut ada momen-momen yang ikut memengaruhi alur laga, termasuk beberapa bola yang menguntungkan pihak lawan. Meski begitu, ia menegaskan timnya tetap harus fokus pada evaluasi.

“Ada beberapa lucky ball untuk mereka yang jadi faktor pembeda, tapi di luar itu semua kami memang harus meningkatkan kemampuan kami,” lanjutnya.

Sementara itu, Fikri mengungkapkan masih ada banyak pekerjaan rumah yang harus dibereskan ke depan, terutama terkait power, fokus, serta konsistensi permainan.

“Masih banyak yang harus diperbaiki, terutama dari segi power dan fokus. Tadi juga kami masih melakukan beberapa kesalahan, itu jadi PR penting untuk kami berdua,” kata Fikri.

Kekalahan Fajar/Fikri sekaligus memastikan Indonesia nirgelar di Malaysia Open 2026. Sebelumnya, tunggal putra Jonatan Christie juga harus angkat koper setelah kalah dua gim langsung dari wakil Thailand Kunlavut Vitidsarn dengan skor 16-21, 16-21.

Meski gagal menuju partai puncak, Fajar berharap energi besar dari penonton seperti di Axiata Arena bisa hadir pula saat Indonesia menjadi tuan rumah dalam waktu dekat, yakni pada Indonesia Masters 2026 (Super 500) di Istora.

“Atmosfer di sini luar biasa sejak hari pertama sampai hari ini untuk mendukung wakil Malaysia. Kami berharap dua minggu ke depan di Istora, dukungan penuh juga bisa diberikan untuk wakil Indonesia,” tutup Fajar.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Olahraga Terbaru