Loading
Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani pada babak 32 besar Malaysia Open 2026 di Axiata Arena, Bukit Jalil, Rabu (7/1/2026). (ANTARA/HO-PBSI.)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Perjalanan ganda putra Indonesia Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani di Malaysia Open 2026 harus berakhir di babak perempat final. Pasangan unggulan kedelapan itu tak mampu melewati ujian berat dari unggulan kedua tuan rumah, Aaron Chia/Soh Wooi Yik.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Jumat (9/1/2026), Sabar/Reza menyerah dua gim langsung dengan skor 19-21, 10-21. Permainan agresif Chia/Soh ditambah dukungan penuh publik Malaysia membuat wakil Indonesia berada dalam tekanan sepanjang laga.
Sabar mengungkapkan timnya sempat berada dalam posisi menguntungkan pada gim pertama, namun kehilangan momentum pada fase krusial.
“Kami sebenarnya sudah memimpin di gim pertama, tapi tidak bisa mempertahankan momentum dan akhirnya kalah tipis,” kata Sabar dalam keterangan resmi PP PBSI.
Sempat Unggul di Gim Pertama, Momentum Berbalik
Pada gim pembuka, Sabar/Reza tampil cukup solid. Didampingi Hendra Setiawan sebagai pelatih, mereka mampu membaca celah permainan lawan dan menutup interval dengan keunggulan 11-9.
Namun selepas jeda, Chia/Soh bermain lebih tenang dan rapi. Mereka mencuri poin demi poin hingga merebut empat angka beruntun yang membuat alur pertandingan berubah. Sabar/Reza akhirnya kehilangan gim pertama dengan selisih tipis.
Masuk gim kedua, tekanan semakin berat. Pasangan Malaysia langsung tancap gas dan membuat jarak sejak awal pertandingan. Sabar/Reza tertinggal jauh setelah Chia/Soh melesat dengan tujuh poin beruntun, sementara tempo permainan lawan sulit dibendung.
“Tempo mereka jauh lebih cepat dan harus diakui mereka bermain sangat baik,” ujar Sabar.
Reza: Akhir Gim Pertama Jadi Titik Balik
Reza menilai gim pertama menjadi penentu. Menurutnya, momen-momen terakhir di gim pembuka membuat pasangan Malaysia semakin percaya diri sehingga tampil lebih dominan pada gim kedua.
“Di gim kedua mereka sudah sangat percaya diri, jadi pukulan apa pun jadi sulit kami antisipasi,” kata Reza dikutip Antara
Selain faktor teknis, suasana di arena juga memberi dampak besar. Sorakan ribuan pendukung tuan rumah membuat tekanan psikologis makin terasa.
“Atmosfer stadion luar biasa mendukung wakil tuan rumah. Kami mencoba tidak terpengaruh dan bersyukur bisa menyelesaikan pertandingan tanpa cedera,” ujar Sabar.
Fokus ke India Open Pekan Depan
Meski tersingkir, Sabar/Reza tak ingin larut dalam hasil. Mereka langsung mengalihkan fokus ke turnamen berikutnya, yakni India Open yang akan digelar pekan depan. Keduanya berharap bisa tampil lebih baik meskipun waktu persiapan terbilang singkat.
“Semoga di India Open nanti kami bisa mendapatkan hasil yang lebih baik dan menampilkan permainan yang lebih bagus,” kata Reza.