Kamis, 22 Januari 2026

Arteta Simpati pada Amorim usai Dipecat MU, Tekanan Besar Sudah Jadi Risiko Pelatih Top


 Arteta Simpati pada Amorim usai Dipecat MU, Tekanan Besar Sudah Jadi Risiko Pelatih Top Arsip - Manajer Arsenal Mikel Arteta bereaksi saat laga Nottingham Forest lawan Arsenal di The City Ground, Nottingham, Inggris, Sabtu (20/5/2023). ANTARA FOTO/Reuters/Carl Recine/rwa.

 

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, menyampaikan rasa simpati kepada Ruben Amorim yang baru saja kehilangan jabatannya sebagai manajer Manchester United. Meski demikian, Arteta menegaskan bahwa tekanan besar merupakan konsekuensi yang tak terpisahkan dari dunia kepelatihan di level elite.

Arteta mengakui bahwa kehilangan pekerjaan selalu menjadi momen sulit bagi siapa pun, termasuk sesama pelatih.

“Selalu menyedihkan melihat kolega kehilangan pekerjaannya,” kata Arteta dalam konferensi pers jelang laga Arsenal kontra Liverpool, Rabu (7/1/2026), dikutip dari BBC.

 Namun, pelatih asal Spanyol itu menilai tuntutan hasil memang menjadi bagian dari profesi seorang manajer, terutama di klub besar dengan ekspektasi tinggi.

 “Kami semua tahu posisi kami. Anda membutuhkan dukungan dari staf dan para pemain. Pada akhirnya, Anda harus memenangi banyak pertandingan jika ingin bertahan. Itulah kenyataan dari pekerjaan ini,” lanjut Arteta seperti yang dikutip dari Antara.

 Manchester United resmi memecat Ruben Amorim pada Senin (5/1/2026) setelah sekitar 14 bulan menukangi Setan Merah. Pelatih asal Portugal tersebut mencatatkan 25 kemenangan, 15 hasil imbang, dan 23 kekalahan dari total 63 pertandingan di semua ajang.

Catatan tersebut membuat persentase kemenangan Amorim hanya 38,1 persen, yang menjadi salah satu rekor terburuk manajer MU sejak era Sir Alex Ferguson berakhir. Di Liga Inggris, performa MU di bawah Amorim juga dinilai mengecewakan dengan hanya 15 kemenangan dari 47 laga.

Arteta menilai kondisi yang dialami Amorim mencerminkan kerasnya dunia sepak bola modern, di mana hasil pertandingan menjadi tolok ukur utama keberlangsungan karier seorang pelatih.

Sementara itu, Arsenal justru sedang menikmati performa positif. The Gunners saat ini berada di puncak klasemen Liga Inggris dan tampil konsisten di fase liga Liga Champions, memperkuat posisi Arteta sebagai salah satu pelatih paling stabil musim ini.

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Olahraga Terbaru