Iga Swiatek Tembus Final Cincinnati Open untuk Pertama Kalinya


 Iga Swiatek Tembus Final Cincinnati Open untuk Pertama Kalinya Arsip - Petenis Polandia Iga Swiatek merayakan kemenangannya seusai pertandingan melawan petenis Swiss Belinda Bencic pada semifinal tunggal putri Kejuaraan Tenis Wimbledon di London, Inggris, Jumat (11/7/2025). ANTARA FOTO/Xinhua/Li Ying/nym.

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Petenis putri peringkat tiga dunia, Iga Swiatek, akhirnya menembus babak final Cincinnati Open untuk pertama kalinya. Kepastian itu ia raih setelah menyingkirkan Elena Rybakina dengan skor 7-5, 6-3 pada laga semifinal yang berlangsung Minggu (17/8/2025) waktu setempat atau Senin WIB.

“Ya Tuhan, pertandingan ini sungguh sulit,” ujar Swiatek usai pertandingan seperti dikutip dari WTA. “Di awal, level permainan sangat tinggi. Kadang kami bahkan kesulitan mengejar bola kedua. Tapi saya senang bisa menjaga intensitas, bermain dengan kualitas, dan akhirnya tampil solid hingga akhir.”

Bangkit dari Tekanan

Swiatek yang dalam dua edisi terakhir selalu terhenti di semifinal Cincinnati, sempat berada di bawah tekanan. Rybakina, unggulan kesembilan, lebih dulu memimpin 5-3 di set pembuka. Namun, Swiatek berhasil membalikkan keadaan dengan memenangkan 10 dari 13 gim terakhir. Kemenangan ini sekaligus memperpanjang catatan head-to-head menjadi 6-4 untuk Swiatek atas Rybakina.

Menariknya, kemenangan ini juga menegaskan konsistensi Swiatek di musim panas 2025. Dalam empat turnamen terakhir yang ia ikuti, tiga di antaranya berhasil ia capai final—capaian yang sebelumnya sulit ia raih selama lebih dari setahun terakhir.

Mengulang Skenario Roland Garros

Pertemuan Swiatek dan Rybakina kali ini seakan mengulang duel mereka di Roland Garros 2025. Saat itu, Swiatek juga bangkit dari ketertinggalan satu set dan satu break untuk akhirnya menang. Di Cincinnati, skenario serupa kembali terjadi.

Set pertama berjalan ketat. Rybakina sempat memimpin dengan servis gemilang, termasuk beberapa ace. Namun saat melakukan servis untuk menutup set, ia justru dipatahkan Swiatek. Dari titik itu, momentum berbalik dan Swiatek tidak lagi melepaskan kendali pertandingan.

“Saya hanya menunggu momen ketika Elena mulai melakukan kesalahan. Saya tahu sulit untuk mempertahankan permainan setinggi itu sepanjang laga,” ungkap Swiatek. “Saya senang bisa tetap fokus, tidak frustrasi, dan memainkan permainan terbaik saya meski lawan tampil sangat agresif,”tambahnya dikutip Antara.

Menatap Gelar Cincinnati Pertama

Bagi Swiatek, lolos ke final Cincinnati bukan hanya soal memutus kutukan semifinal, tapi juga peluang menambah koleksi gelar WTA 1000. Jika berhasil juara, ini akan menjadi titel perdananya di turnamen yang kerap menjadi ajang pemanasan menuju US Open.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Olahraga Terbaru