Loading
Fenomena Alam Awan Merah dan Petir di Gunung Welirang (Net)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Fenomena awan merah dan petir di Gunung Welirang, masih menjadi pembahasan hangat para netizen. Pemandangan unik dan terkesan janggal ini, mengundang beragam dugaan. Banyak pula netizen yang mengait-ngaitkannya dengan situsasi bencana yang tengah melanda tanah air. Berita ini menyebar di dunia maya, lantaran terpetik kabar, masyarakat di sekitar Kota Batu, Jawa Timur (Jatim), digegerkan penampakan awan berwarna merah dan kilat yang menyambar di sekitar puncak Gunung Welirang.
Tak menunggu lama, informasi ini pun viral di jagad maya dan langsung dilaporkan pada petugas terkait. Namun tak ayal, kejadian ini menyebar dan membuat heboh. Warga pun khawatir gunung tersebut mengalami erupsi. "Seperti awan warnanya merah, terus terlihat juga kilat menyala-nyala, dari atas Welirang," kata Febri Arissandi, salah satu saksi.
Gunung Welirang berstatus aktif dengan ketinggian 3.156 mdpl yang secara administratif terletak di perbatasan Kota Batu, Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stamet Juanda, Teguh Tri Susanto mengatakan dari hasil pantauan pihaknya di wilayah Malang, Mojokerto, dan sekitarnya, fenomena tersebut adalah hal biasa dan bukan sebuah erupsi. "Fenomena awan yang terlihat berwarna merah, merupakan hal yang biasa terjadi. Hal tersebut merupakan salah satu contoh fenomena optik atmosfer," ujarnya. Teguh menjelaskan warna kemerahan pada awan dan langit di sekitarnya disebabkan pembiasan cahaya matahari oleh partikel-partikel yang ada di atmosfer sehingga menghasilkan energi yang rendah, gelombang panjang, dan memunculkan warna kemerahan. "Semakin rendah posisi matahari dari garis cakrawala, maka semakin rendah pula cahaya merah yang dicapai," ujarnya. Fenomena langit kemerahan ini biasanya memang terjadi pada sore menjelang malam hari. Berdasarkan radar BMKG Juanda terpantau banyak pertumbuhan awan Cumulonimbus di sekitar lokasi. "Awan cumulonimbus adalah satu-satunya jenis awan yang dapat menghasilkan petir. Sambaran kilat dari awan ini menambah cahaya kemerahan dari langit tersebut," katanya. Teguh berharap agar masyarakat tidak panik. Ia meminta tetap selalu memantau serta mencari informasi yang valid sehingga terhindar dari isu-isu yang tidak bertanggung jawab.