Loading
Foto ilustrasi: Umat Islam melaksanakan wukuf. (Antaranews)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Badriyah Fayumi, menegaskan bahwa jamaah perempuan yang sedang haid tetap dapat melaksanakan wukuf di Arafah. Menurutnya, satu-satunya ibadah yang tidak bisa dilakukan dalam kondisi haid adalah tawaf, yang bisa dilakukan setelah suci.
Ia menjelaskan bahwa jika jamaah perempuan tiba di Makkah dalam kondisi haid dan waktu wukuf sudah dekat, mereka disarankan untuk mengubah niat haji dari tamattu’ menjadi qiran. Perubahan ini memungkinkan jamaah tetap mengikuti puncak ibadah haji tanpa harus menyelesaikan umrah terlebih dahulu.
Perubahan itu, kata Badriyah, bernilai penting agar jamaah tetap bisa mengikuti puncak ibadah haji di Arafah tanpa harus tergesa-gesa menyelesaikan ibadah umrah terlebih dahulu.
Diketahui, haji tamattu’ merupakan jenis haji ketika jamaah melakukan umrah terlebih dahulu, kemudian bertahalul atau memotong rambut. Lalu, mereka menunggu hingga waktu haji untuk melaksanakan rangkaian ibadah haji.
Sementara itu, haji qiran merupakan ibadah haji yang digabung dengan umrah dalam satu niat dan satu perjalanan ibadah, tanpa bertahalul di antara keduanya.
“Niatkan haji qiran, ikuti wukuf, lalu lanjutkan rangkaian ibadah. Umrah bisa dilakukan setelah suci,” ucap konsultan agama itu dikutip Antara.
Langkah tersebut memberikan kemudahan bagi jemaah perempuan agar tetap dapat menjalankan ibadah haji secara sah sesuai tuntunan syariat.
Selama haji, wukuf di Arafah merupakan momen paling sakral dalam ibadah haji. Di momen itu, jamaah berkumpul, bermunajat, dan memperbanyak doa sebagai puncak dari seluruh rangkaian manasik.
Berikutnya, menyikapi kemungkinan antrean panjang di toilet saat wukuf, Badriyah menyarankan jamaah haji perempuan agar mengenakan diaper atau pembalut. Penggunaan diaper atau pembalut, ujarnya, dapat menghindarkan jamaah dari hal-hal yang tidak diinginkan.
“Ini bukan soal kenyamanan semata, melainkan juga menjaga kesucian pakaian ihram. Setelah ada kesempatan, barulah bersuci dan mengganti,” kata dia.