Selasa, 27 Januari 2026

Populasi Menua, Pentingnya Cegah Stres Teknologi pada Lansia


  • Rabu, 21 Mei 2025 | 15:30
  • | News
 Populasi Menua, Pentingnya Cegah Stres Teknologi pada Lansia Ilustrasi lansia yang tetap mengikuti perkembangan teknologi di usia tua (Freepik )

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Indonesia tengah menghadapi tantangan populasi menua (aging population), di mana jumlah lansia terus meningkat setiap tahunnya. Seiring perkembangan teknologi digital yang pesat, banyak lansia mengalami kesulitan beradaptasi hingga berisiko mengalami stres teknologi. 

Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan mental, tetapi juga kualitas hidup mereka secara keseluruhan. Oleh karena itu, penting bagi keluarga dan masyarakat untuk membantu lansia menghadapi perubahan digital dengan lebih nyaman dan aman.

Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN menyampaikan pentingnya penduduk lanjut usia (lansia) dicegah dari stres teknologi untuk menghadapi fenomena populasi menua atau aging population.

Berdasarkan statistik penduduk lansia tahun 2023 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), menyebutkan 49,56 persen lansia sudah menggunakan gawai. Namun, hanya seperlimanya yang dapat mengakses dan menggunakan internet.

"Sehingga, kita perlu meluncurkan program yang memperhatikan para lansia," kata Sekretaris Kemendukbangga/BKKBN Budi Setiyono dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (21/5/2025).

Budi menyebutkan para lansia yang terus menerus terpapar konten digital rentan terkena techno stress atau stres akibat teknologi. Kurangnya literasi digital juga membuat mereka menjadi target empuk para pelaku kejahatan.

Untuk itu, Kemendukbangga/BKKBN menginisiasi program Lansia Berdaya (Sidaya) agar para lansia tetap mendapatkan literasi digital dalam menghadapi tantangan bonus demografi.

"Selain itu, angka kelahiran, remaja, stunting, dan penguatan kualitas keluarga perlu mendapat perhatian lebih agar tantangan tersebut dapat dipecahkan dengan sebaik-baiknya dalam menghadapi bonus demografi," ujar dia dikutip Antara.

Berdasarkan data BPS, persentase penduduk lansia (usia 60 tahun ke atas) di Indonesia sebesar 11,75 persen atau sekitar 32 juta orang pada 2023. Angka tersebut naik 1,27 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 10,48 persen.

Melihat data yang ada, diprediksi jumlah lansia akan mencapai persentase 20-25 persen dari total penduduk Indonesia di tahun 2050.

Melalui program Sidaya, salah satu dari lima program terbaik hasil cepat atau quick wins Kemendukbangga/BKKBN, aging population diharapkan dapat diatasi untuk meraih bonus demografi.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru