Pemerintah Indonesia dan Saudi cari solusi Keterlambatan Distribusi Kartu Nusuk


  • Kamis, 15 Mei 2025 | 14:30
  • | News
 Pemerintah Indonesia dan Saudi cari solusi Keterlambatan Distribusi Kartu Nusuk Indonesia dan Saudi cari solusi Keterlambatan Distribusi Kartu Nusuk. (detikcom)

MADINAH, ARAHKITA.COM - Pemerintah Indonesia dan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menggelar rapat koordinasi untuk membahas peningkatan pelayanan jamaah calon haji asal Indonesia, khususnya terkait distribusi dan aktivasi Kartu Nusuk.

"Rapat ini sangat penting, karena kita berada dalam masa transisi tata kelola haji, baik di Arab Saudi maupun Indonesia. Dinamika di lapangan harus segera kita atasi bersama," ujar Direktur Layanan Haji Luar Negeri Kemenag, Muchlis M. Hanafi, Kamis (15/5) di Madinah.

Rapat dipimpin Deputi Kementerian Haji untuk Urusan Hubungan Internasional, Hasan Almunakhiroh, dengan dihadiri mitra layanan haji (syarikah) serta Misi Haji Indonesia, baik secara langsung maupun daring.

Menurut Muchlis, rapat ini merupakan bagian dari evaluasi pelayanan sejak kedatangan jamaah pada 2 Mei lalu. Salah satu fokus utama adalah keterlambatan distribusi dan aktivasi Kartu Nusuk, yang berfungsi sebagai identitas digital jamaah haji.

"Dari sekitar 90 ribu jamaah yang sudah tiba di Madinah, sekitar 35 ribu Kartu Nusuk belum aktif atau belum didistribusikan," ujarnya dikutip Antara.

"Kelalaian dalam memberikan layanan kepada jamaah haji Indonesia itu akan mencederai kesuksesan penyelenggaraan haji Arab Saudi di tahun 2025 ini. Oleh karenanya, tadi kita bersama-sama membahas persoalan-persoalan yang muncul, dinamika yang ada dan memberikan solusinya," kata Muchlis dikutip Antara.

Menurutnya, persoalan ini awalnya diduga disebabkan distribusi jamaah yang tersebar di sejumlah syarikah. Namun, evaluasi menunjukkan bahwa tingkat aktivasi Nusuk bervariasi, bahkan ada syarikah yang telah mencapai angka hingga 88 persen.

Muchlis juga menegaskan pihak petugas haji Indonesia sangat proaktif membantu distribusi Kartu Nusuk. Sejak diterbitkannya edaran terkait percepatan aktivasi, angka distribusi menunjukkan peningkatan yang signifikan.

"Mudah-mudahan kita diberi waktu dalam 48 jam ini para syarikah dengan dibantu oleh petugas-petugas kita sudah harus menyerahkan Kartu Nusuk itu kepada jamaah haji Indonesia," ujarnya.

Kartu Nusuk sangat penting karena menjadi syarat utama bagi jamaah untuk mengakses layanan dan area penting, seperti Kota Makkah dan Masjidil Haram. Meski saat ini masih ada toleransi penggunaan visa haji untuk akses, ke depan penggunaan kartu ini akan semakin ketat.

 

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru