Loading
Foto ilustrasi kesehatan ginjal pada anak Foto RSAB Harapan Kita
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendorong pemerintah melakukan pengawasan ketat terhadap makanan yang beredar di masyarakat, terutama untuk produk-produk yang gemar dikonsumsi anak-anak.
"Harga yang sangat murah dan industri kemasan yang kekinian, ternyata meninggalkan persoalan untuk anak anak kita yang belum memahami komposisi gizi seimbang," kata Wakil KPAI Jasra Putra di Jakarta, Kamis.
Pengawasan ketat pada makanan anak menurut Jasra, perlu dilakukan apalagi belum lama ini viral semakin banyak anak di RSCM yang melakukan cuci darah dan utamanya pernyataan data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yang menyebutkan satu dari lima anak di Indonesia mengalami gangguan ginjal.
"Saya kira kemasan makanan sekarang jadi barang mewah, menjadi industri viral dengan kemasan-kemasan yang luar biasa menarik untuk anak," kata Jasra Putra.
Pihaknya pun meminta adanya sosialisasi tentang gejala gangguan ginjal pada anak serta cara untuk mencegahnya.
Baca juga:
175 Meninggal dan Hampir 500 Orang Dirawat Sejak Temuan Pertama Dampak Suplemen Produksi Kobayashi"Penting segera ada sosialisasi gejala sebelum terganggu ginjalnya dan cuci darah, kemudian konsumsi air putih yang perlu diperhatikan, mengurangi konsumsi zat berpemanis buatan, garam dan lemak," katanya.
Selain itu, perlu juga untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar anak-anak membatasi konsumsi gula berlebihan termasuk makanan dengan rasa pedas, asam, manis, atau asin yang berlebihan.
"Konsumsi gula berlebihan akan mempengaruhi suasana hati mereka, yang berujung mudah cemas dan reaktif, sehingga ujungnya bersikap agresif. Ini yang menyebabkan anak tidak memiliki kecerdasan emosi, reaktif, berujung rentan, dan mudah mendapat perlakuan salah," katanya dikutip Antara.