Loading
Bantuan air bersih DMC Dompet Dhuafa bagi korban gempa di Sumbawa. (Dok. Dompet Dhuafa)
SUMBAWA, ARAHKITA.COM - Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa mengirimkan bantuan serta pemberian logistik bagi para pengungsi di wilayah Sumbawa yang terdampak parah dari bencana gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Barat.
"Kami akan selalu mengerahkan Tim DMC Dompet Dhuafa untuk mengevakuasi para korban gempa susulan yang terjadi. Pos layanan akan kami dirikan untuk menampung para pengungsi. Selain melakukan pendistribusian logistik, Dompet Dhuafa berencana membangun fasilitas darurat untuk menunjang kehidupan masyarakat pascabencana terjadi," kata Direktur Utama Dompet Dhuafa drg Imam Rulyawan, Senin (27/8/2018).
Dampak gempa tersebut mengakibatkan banyak rumah yang terbakar akibat konsleting listrik dan menghanguskan 16 rumah dari 30 kk dari 121 jiwa.
Untuk di Pos Pengungsian Labuhan Mapin, Kecamatan Alas Barat terdapat kurang lebih 69 Kepala Keluarga (KK) dengan 338 Jiwa. "Tim DMC Dompet Dhuafa mendistribusi bahan logistik seperti beras, hygiene kit, baby kit, terpal, air mineral untuk di wilayah Pulau Bungin (Pengungsian Apung), Kecamatan Alas dan Labuan Mapin Alas Barat," ucapnya.
Sumbawa Besar mengalami dampak yang cukup parah selain wilayah Lombok.
Gempa yang terjadi secara beruntun dengan bermagnitudo 6,9 SR mengguncang Pulau Lombok dan sekitarnya pada Minggu lalu (19/8/2018) pukul 19.56 Wita menyebabkan 10 orang meninggal dunia dari jumlah itu, lima di antaranya berasal dari Sumbawa Besar dan Sumbawa Barat.
"Dompet Dhuafa telah menurunkan tim DMC untuk membuka layanan pos di titik pengungsian antaralain di Kecamatan Taliwang, Seteluk, Poto Tano, Sumbawa Barat dan wilayah Alas Barat, Alas Buir Kabupatan Sumbawa," sebut Imam Rulyawan sebagaimana diberitakan Antara.
Sementara itu, Kabupaten Sumbawa Barat dan Sumbawa masuk dalam wilayah terdampak parah. Tim Respon Dompet Dhuafa menyediakan sejumlah penanganan seperti pos sehat, aksi layanan sehat, pos hangat, dapur umum, pembangunan Masjid, sekolah darurat, pengadaan MCK, menurunkan tim PFA (Psychology First Aid), dan menyediakan bantuan air bersih untuk para korban gempa.