Loading
Tanaman jagung di kebun milik ibu Waldina Nona Minorista di desa Habi Kecamatan Kangae, terlihat mulai layu dan mengering serta rusak akibat diserang hama ulat grayak. (Foto: Arahkita/VJ Chabarezy Jr)
MAUMERE, ARAHKITA.COM - Puluhan hektar tanaman jagung milik petani di Kabupaten Sikka khususnya di Kecamatan Kangae terancam gagal panen. Tanaman jagung tersebut kering dan layu akibat tidak turun hujan. Selain kering ada tanam jagung tersebut diserang oleh hama ulat grayak.
Pantauan media ini pada Rabu (7/2/2024) tanaman jagung di kebun milik ibu Waldina Nona Minorista di desa Habi Kecamatan Kangae, terlihat mulai layu dan mengering serta rusak akibat diserang hama ulat grayak.
Ibu Minorista saat ditemui media ini di kebun miliknya pada Rabu (7/2/2024) ia mengatakan bahwa tanaman jagung miliknya terancam gagal panen karena sudah mulai layu dan mengering diakibatkan tidak turun hujan selain itu tanaman jagung tersebut terserang oleh hama ulat grayak.
"Tanam jagung ini kering karena hujan tidak pernah turun, ada beberapa yang hidup juga diserang hama ulat grayak daun daun jagung ini bolong semua ada yang sampai patah", kata Minorista.
Selain tanaman jagung milik ibu Minorista ada juga tanaman jagung milik petani lainnya di wilayah itu juga terpantau rusak dan kering semuanya.