Loading
RD. Leonardo Magnus Toda, PR saat mendapat pengalungan selendang dari wakil orangtua. (Arahkita/Cyriakus Kiik)
MAUMERE, ARAHKITA.COM - Pastor baru yang adalah putera kedua Kepala Suku Sigamitang Desa Nirangkliung Kecamatan Nita Kabupaten Sikka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) RD. Leonardo Magnus Toda, Pr disambut secara adat, Rabu (13/06/2018) siang.
Penyambutan itu terkait acara Syukuran Tahbisan Imam Baru RD. Leonardo yang ditahbiskan menjadi imam pada 31 Mei 2018 lalu.
RD. Leonardo yang diakrabi dengan Andy itu ditahbiskan bersama 11 imam lainnya dan 12 diakon se-Keuskupan Agung Kupang.
Penyambutan dilakukan sebelum memasuki rumah adat Sigamitang yang berada di Dusun Detuara Desa Nirangkliung Kecamatan Nita. Dari Maumere, ibukota Kabupaten Sikka, dusun ini jauhnya 27 kilometer di arah utara. Sedangkan dari gapura pertama penyambutan ke rumah adat, jauhnya satu kilometer.
Sepanjang jalan satu kilometer itu, umat katolik Paroki Tilang khususnya Stasi Maria Bunda Penghibur Nirangkliung menyemut. Sekira pukul 14.30 wita, Romo Andy bersama rombongan tiba di gapura penyambutan pertama, tepatnya di E'lala Alon Dusun Detuara.
Romo Andy didampingi langsung ayah-ibunya Mikael Magnus dan Maria Toda. Turut mendampingi orangtuanya adalah perwakilan keluarga Maumere di Kupang, yakni Markus Moa, Regina Sensiana Bona, Ermelinda Erni, Petronela Tato dan Philipus Siga.
Romo Andy dan rombongan ini mendapat sapaan adat oleh Fernandes Sareng didampingi Marselinus Setu. Usai sapaan adat itu, Romo Andy mendapat pengalungan selendang dari Anselmus Tana bersama istrinya Maria Nalanda Meri.
Baca juga:
In Memoriam: Pelangi Cinta Budaya Mo‘at Oscar Pareira Mandalangi, Penjaga Warisan Adat Budaya SikkaRomo Andy yang menumpang kendaraan roda empat jenis pick up terbuka bersama orangtuanya dan rombongan lainnya kemudian melanjutkan perjalanan ke rumah adat Sigamitang di Dusun Detuara. Puluhan kendaraan roda dua, empat dan enam mengiring dari depan dan belakang. Sebagian umat berjalan kaki. Mereka berdesak-desakan di jalanan. Baik tua-muda, anak-remaja maupun laki-perempuan.
RD. Leonardo Magnus Toda, Pr (kedua dari kiri) bersama ayah-ibunya Mikael Magnus (paling kanan) dan Maria Toda (ketiga dari kiri) bersama para pendamping. (Arahkita/Cyriakus Kiik)
Sebuah tarian adat dibawakan enam ibu dan dua bapak. Mereka semua berpakaian adat . Penari perempuan mengenakan alang legen, konde rambut adat ala Sikka. Di tangan mereka melingkar kalar gelang atau gelang gading. Egang liman tipang wiri wana atau sapu tangan pengipas kiri-kanan yang dipegang pakai tangan kiri-kanan dijepit pakai jari ibu dan telunjuk.
Sedangkan penari laki-laki memakai lipa mitang labu bura lesu sembar atau sarung hitam baju putih kepala bermahkota.
Tarian penyambutan ini berlangsung pula di gapura kedua hingga rumah adat Sigamitang. Setiba di rumah adat, Romo Andy diperciki air adat berupa air kelapa muda yang didahului tutur adat khusus. Air adat ini diperciki pada dahi, kedua telapak tangan yang dalam keadaan terbuka dan kaki kanannya. Ini dilakukan Marselinus Setu, salah satu orangtua dalam suku Sigamitang. Dia mewakili Mikael Magnus, kepala suku Sigamitang yang adalah ayah kandung Romo Andy.
Marselinus kepada arahkita.com menjelaskan, percikan air adat kepada Romo Andy ini dimaksudkan agar dia mendapat perlindungan Tuhan dan selalu direstui para leluhur.
"Ini juga dimaksudkan agar Romo Andy (sapaan akrab sang yubilaris, red)) selalu sehat dalam melaksanakan tugas", tandas Marselinus.
Selain penyambutan melalui sapaan adat, tarian adat dan percikan air adat, juga ada makan adat dua tahap yang dikenal dengan sebutan pigang pitu makok walu (tujuh piring delapan mangkuk) dan e'a gete (makan besar).
Umat katolik Stasi Santa Maria Bunda Penghibur Nirangkliung bangga sekali atas terpilih dan pentahbisan Romo Andy menjadi pastor.
"Inilah pastor pertama di Suku Sigamitang dan stasi kita", begitu apresiasi Agustinus Nong selaku pembawa acara berulang-ulang.
Stasi Santa Maria Bunda Penghibur Nirangkliung berada di wilayah pastoral Paroki Tilang Keuskupan Maumere-Flores. (Cyriakus Kiik)