Balai Besar Pelatihan Peternakan Kupang melaksanakan kegiatan pelatihan pencegahan dan pengendalian ASF di Kabupaten Sikka yang diikuti oleh 60 orang peserta selama dua hari yakni sejak Senin (20/9/2021) hingga Selasa (21/9/2021) bertempat di aula kantor Dinas Pertanian Kabupaten Sikka di kelurahan Kota Uneng Kecamatan Alok. (Foto: Arahkita/VJ Chabarezy Jr)
MAUMERE, ARAHKITA.COM - Sebanyak 60 orang peternak di Kabupaten Sikka mengikuti kegiatan pelatihan teknis non aparatur, yakni pelatihan pencegahan dan pengendalian virus African Swine Fever (ASF) di Indonesia yang digelar Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Provinsi NTT Kupang.
Panitia Pelaksana H.M Awaludin, dalam laporannya mengatakan pemerintah provinsi NTT dalam upaya meningkatkan bobot pertumbuhan ekonomi dan mengentaskan kemiskinan melalui peningkatan kemampuan petani dan peternak dan penyuluh pertanian di era pandemi COVID-19.
Sehubungan dengan itu maka Balai Besar Pelatihan Peternakan Kupang melaksanakan kegiatan pelatihan pencegahan dan pengendalian ASF di Kabupaten Sikka yang diikuti oleh 60 orang peserta yang berlangsung selama dua hari yakni sejak Senin (20/9/2021) hingga Selasa (21/9/2021) bertempat di aula kantor Dinas Pertanian Kabupaten Sikka di kelurahan Kota Uneng Kecamatan Alok.
Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan kepada para peserta pelatihan yakni para petani dan peternak di Kabupaten Sikka.
Kadis Pertanian Kabupaten Sikka, Mauritz da Cunha dalam sambutannya mengatakan bahwa babi mempunyai nilai sosial, ekonomi dan adat budaya. Hanya beberapa tahun terakhir virus ASF menyerang banyak ternak babi di Sikka dan melululantahkan ternak kita.
“Semoga dengan pelatihan ini para peternak dapat memahami bagaimana cara untuk mencegah, mengendalikan dan mengatasi virus yang akan menyerang hewan ternak babi tersebut,” ungkap Mauritz.
Ia juga berterima kasih kepada Balai Besar Pelatihan Peternakan Provinsi NTT Kupang yang telah peduli dengan para peternak di Kabupaten Sikka sehingga hari ini kegiatan ini bisa dilaksanakan di tempat ini, ujar Kadis Mauritz.
Sementara itu Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan Kupang drh Bambang Haryanto dalam sambutannya berharap agar seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan baik sehingga ilmu yang didapatkan selama pelatihan dapat bermanfaat terkhusunya untuk pencegahan dan penanganan ASF.
“Jika pada manusia diberlakukan 3M maka penerapan Biosecurity pada ternak yaitu dengan memperhatikan kebersihan kandang, penggunaan disinfektan dan hal-hal terkait lainnya. Oleh karena itu, pelatihan ini diadakan untuk memberikan pengetahuan terkait pencegahan dan pengendalian penyakit ASF agar penyakit ASF dapat tertangani dengan baik di lapangan,” ungkap Bambang.
Julie Sutrisno Laiskodat anggota DPR RI Komisi IV dalam sambutannya saat membuka kegiatan pelatihan secara daring ini mengapresiasi BBPP atas terselenggaranya kegiatan pelatihan tentang pencegahan dan pengendalian terhadap virus ASF di Kabupaten Sikka. Karena virus ASF ini beberapa tahun terakhir kata Julie telah masuk melanda NTT dan di Kabupaten Sikka banyak babi yang mati akibat terserang virus tersebut.
"Saya sangat apresiasi kepada BBPP yang telah laksanakan kegiatan ini, karena kita tau beberapa tau beberapa tahun terakhir di NTT dan di Kabupaten Sikka banyak babi yang mati akibat terserang virus ASF ini", ucap Julie.
Kepada para peserta pelatihan Ia berpesan agar mengikuti dan mempelajari materi yang diajarkan oleh BBPP dengan baik, apabila terjadi serangan virus ASF terhadap babi, kita dapat menangani sendiri dengan ilmu ilmu yang sudah diberikan oleh BBPP selama kegiatan ini.