Loading
Dugaan pungli terjadi di pemakaman khusus COVID-19 TPU Cikadut. (Jabarnews)
BANDUNG, ARAHKITA.COM – Aksi pungli kembali menyeruak setelah salah seorang warga Kota Bandung bernama Yunita Tambunan membeberkan modus pungutan liar yang terjadi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) khusus COVID-19 di Cikadut Kota Bandung.
Dalam keterangannya melalui pesan WhatsApps yang viral itu Yunita mengaku, pengalaman tidak menyenangkan itu terjadi, ketia ia memakamkan orang tuanya yang meninggal karena COVID-19 di Rumah Sakit Santosa Kota Bandung pada Selasa, 6 Juli 2021.
Isi WhatsApp yang sempat viral sebagai berikut:
Perkenalkan, saya Yunita Tambunan., putri kandung dari Pak Binsar Tambunan (mama saya Nelly br Sitorus alm ) - papa saya adalah Pensiunan Pegawai PT. KAI., tinggal di Jl. Teraso No. 15 Bandung. Papa meninggal karena Covid-19 di RS. Sentosa Bandung hari Selasa, 06 Juli 2021 pk. 10.30, dan dimakamkan ke TPU Khusus Covid-19 di TPU Cikadut hari itu juga..
Yang mau saya ceritakan di sini adalah:
Baca juga:
Dugaan Pungli Terjadi di Pemakaman Khusus COVID-19 TPU Cikadut, Diminta Rp4 Juta Biaya PemakamanWaktu saya datang ke TPU Cikadut mengurus rencana pemakaman papa saya, saya di datangi oleh Pak Redi - Koordinator C TPU Cikadut. Dia minta uang Rp 4.000.000,- untuk biaya pemakaman papa. Dia bilang bahwa liang lahat sdh di siapkan.
"Saya bertanya., kenapa saya harus bayar pak?".
Pak Redi mengatakan bahwa : "Kalau non muslim tidak ditanggung pemerintah." .
Karena waktu sdh semakin mendesak, saya minta keringanan sama beliau., alasannya saya sampaikan kepada pak Anu
Akhirnya adik saya menawar harga menjadi Rp 2,8 jt. Lalu aku menawar harga jadi Rp 2 jt. Lalu., salah seorang rekan pak Redi nyeletuk : Biar ibu tahu, kemarin aja bu ada nasrani bayarnya sdh Rp3,5 jt.
Akhirnya saya acc bayar Rp 2,8 jt tetapi minta ditulis dikwitansi serta dirinci. Lalu pak Redi., bilang kalau pemakaman malam tidak ada kwitansi. Lalu saya minta supaya di tulis dikertas putih aja pa serta dirinci Rp 2,8 jt itu biaya apa saja, nama yg meninggal, dan tanda tangan beliau, serta nama jelas pak Redi, dan jabatan bapak dan serta no HP nya. Lalu kuitansi diberikan dgn rincian :
Total: Rp 2.800.000,-
Saya katakan: "siapa tahu saya perlu kontak bapak untuk melihat kuburan papa saya di tpu cikadut." Diapun mencantumkan No HP nya.
Sesudah dibawa ke liang lahat tim gali kubur bertanya sama saya yang pakai baju APD : "Bu., saya dengar ada 4 org non muslim yg meninggal katanya ada yg belum bayar satu orang, apakah keluarga pak Binsar Tambunan yang belum bayar bu , maaf ya kalau tersinggung ?"
Saya dan adikku bilang sudah dibayar di bawah pa di kantor.
Demikian kisah saya yang sangat memilukan., setelah saya di timpa kemalangan papa saya , ternyata di TPU Covid-19 Cikadut Bandung ada praktek pungli untuk pemakaman yang meninggal, terutama Non Muslim. Apakah demikian peraturannya. Mohon pencerahan. Terlampir foto kwitansi, dan dokumen lainnya..
Demikian laporan sementara yg dapat kami sampaikan. Uang sdh dibalikkan oleh yang bersangkutan dan akan ditranfer kembali ke Boru Juni Tambun Mudah mudahan yg bersangkutan bertobat segera.
Yunita Tambunan
(Bandung)
Yunita menambakan waktu dirinya datang ke TPU Cikadut mengurus rencana pemakaman papanya ia didatangi Pak Redi, Koordinator C TPU Cikadut. Dia minta uang Rp4.000.000 untuk biaya pemakaman papa. Dia bilang bahwa liang lahat sdh di siapkan.
Yunita sempat bertanya, tentang biaya yang harus dikeluarkan itu. Namun, dengan entengnya oknum itu menjawab bahwa, untuk non muslim tidak ditanggung pemerintah biaya pemakamannya.
‘’Karena waktu sudah semakin mendesak, saya minta keringanan sama beliau,’’ucap dia.
Akhirnya terjadi penawaran dengan harga menjadi Rp 2,8 juta. Tapi karena masih memberatkan keluarga kami menawar Rp 2 juta.
‘’Salah seorang rekan pak Redi nyeletuk: Biar ibu tahu, kemarin aja bu ada nasrani bayarnya sudah Rp3,5 juta, akhirnya saya bayar Rp 2,8 juta,’’kata dia.
Yunita meminta, agar pembayaran itu ditulis kwitansi serta dirinci. Meski awalnya menolak, akhirnya pembayaran di tulis dikertas putih saja.
‘’Di kertas itu ada nama yang meninggal, dan tanda tangan beliau, serta nama jelas pak Redi, dan jabatan bapak dan serta no HP nya. dengan rincian, Biaya gali : Rp 1,5 juta, Biaya pikul: Rp 1 juta, Salib : Rp 300.000, Total : Rp 2.800.000,’’ pungkas dia.
Sesudah dibawa ke liang lahat tim gali kubur bertanya sama saya yang pakai baju APD: "Bu., saya dengar ada 4 org non muslim yg meninggal katanya ada yang belum bayar satu orang, apakah keluarga pak Binsar Tambunan yang belum bayar bu , maaf ya kalau tersinggung ?"
Saya dan adikku bilang sudah dibayar di bawah pa di kantor.
Demikian kisah saya yang sangat memilukan., setelah saya di timpa kemalangan papa saya , ternyata di TPU Covid-19 Cikadut Bandung ada praktek pungli untuk pemakaman yang meninggal, terutama non muslim. Apakah demikian peraturannya.