Loading
Wakil Ketua DPD GMNI NTT, Emilianus Yulfrid Naga. (Foto: Istimewa)
MAUMERE, ARAHKITA.COM - DPD GMNI NTT, mendesak Presiden Joko Widodo untuk segera mencabut moratorium dan menegerikan Universitas Nusa Nipa di Maumere Kabupaten Sikka, Flores yang menjadi kampus kebanggaan masyarakat Sikka secara khusus dan NTT umumnya.
"Perlu diketahui, wilayah Flores, Lembata dan Alor secara khusus sampai saat ini belum ada Universitas Negeri. Sementara sudah ada dua Universitas Negeri yang berada di wilayah Timor,"tandasnya.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua DPD GMNI NTT, Emilianus Yulfrid Naga kepada media ini, Selasa (23/2/2021) pagi ini. Yulfrid Naga juga memberikan apresiasi kepada Presiden Joko Widodo sekaligus menaruh harapan besar untuk menyelesaikan persoalan yang masih menjadi pekerjaan rumah atas pembayaran ganti untung pembebasan lahan pembangunan Waduk Napun Gete sekitar 14 Ha (24 bidang tanah) dan merelokasi masyarakat adat di dusun Enakter, lokasi terdampak dari Pemerintah Pusat melalui Pemerintah Daerah.
"Bagi DPD GMNI NTT, selain persoalan ganti untung, Presiden Joko Widodo bisa memberikan kado terindah terhadap Pembangunan SDM di Flores Lembata secara khusus dan NTT pada umumnya sebagai wujud pemerataan pembangunan SDM bagi manusia Indonesia,"katanya lebih lanjut.
Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo hari ini Selasa (23/2/2021) melakukan kunjungan kerja dalam rangka meresmikan Bendungan Napun Gete di Kecamatan Waiblama Kabupaten Sikka, NTT.
"Ini merupakan momentum bersejarah bagi Kabupaten Sikka kali ini karena Bapak Presiden bisa menginjakan kaki di Niang Tanah Sikka yang sebelumnya sempat tertunda dua kali,"ujarnya.