Loading
Beredar surat yang mengatasnamakan Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, ditandatangani oleh Staf Khusus Presiden RI Andi Taufan Garuda Putra di media sosial Twitter pada Selasa, 14 April 2020. (Net)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies, Jerry Massie,PhD mengatakan ada baiknya Stafsus Milenial dibubarkan saja.
"Mereka bekerja bukan out of the box tapi out of control. Ini kesalahan fatal yang tak perlu terjadi. Bahaya anak milenIal ini diberi kekuasaan. Padahal mereka sudah digaji lumayan. Tupoksi mereka salah kaprah dan salah jalan. Ini pelanggaran berat. Tidak perlu kehadiran mereka," kata Jerry kepada media ini, Jumat (17/4/2020).
Presiden Jokowi kata Jerry juga harus bersikap tegas mencopot oknum-oknum yang ingin meraup keuntungan dengan melibatkan negara seperti Andi Taufan dan Belva Devara dan Billy Mambrasar.
"Saya tidak habis pikir kop surat Setneg mereka perlu juga bertanggung jawab. Setiap kebijakan harus melibatkan Setkab dan Setneg. Ini ada indikasi korupsi juga. Mencari keuntungan dibalik wabah virus corona. Padahal mereka sudah digaji lumayan. Tupoksi mereka salah kaprah dan salah jalan. Ini pelanggaran berat, "kata Jerry.
Seperti diketahui, beredar surat yang mengatasnamakan Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, ditandatangani oleh Staf Khusus Presiden RI Andi Taufan Garuda Putra di media sosial Twitter pada Selasa, 14 April 2020. Bahkan, tagar Stafsus jadi trending.
Perihal surat yang beredar dari Staf Khusus Presiden Republik Indonesia itu terkait kerja sama sebagai Relawan Desa Lawan Covid-19, yang ditujukan kepada Bapak/Ibu Camat di seluruh wilayah Indonesia, bernomor: 003/S-SKP-ATGP/IV/2020 tertanggal 1 April 2020.
Andi Taufan yang juga CEO Amartha diduga merusak administrasi kenegaraan dan mengarah pada konflik kepentingan dengan menulis surat berkop Setkab yang ditujukan kepada camat di seluruh Indonesia. Surat itu berisi komitmen Amartha untuk turut program Relawan Desa Lawan Covid-19 yang diinisiasi oleh Kementerian Desa, PDTT.
Sikap Andi ini langsung menuai kritik keras berbagai kalangan, termasuk Indonesia Corruption Watch (ICW), sehingga akhirnya Andi meminta maaf dan menarik kembali surat itu.
Diketahui juga dua orang Stafsus milenial lainnya pun menjadi sorotan Adamas Belva Syah Devara, dan Gracia Josaphat Jobel Mambrasar (Billy Mambrasar).
Sama dengan Andi Taufan, Belva Devara juga menuai polemik terkait dengan konflik kepentingan antara perannya sebagai stafsus dan pemimpin perusahaan. Dia adalah pendiri sekaligus CEO Ruangguru.
Tiga Stafsus milenial ini mendadak menjadi buah bibir. Ulah ketiganya terus menjadi sorotan justru saat pandemi COVID-19 terjadi di tanah air. Ruangguru dapat proyek Kartu Prakerja Rp 5,6 triliun untuk menyediakan pelatihan online.
Adapun Billy Mambrasar, dia menuai polemik karena bio LinkedIn-nya. Dalam aplikasi jejaring profesional itu, Billy sempat menuliskan posisinya sebagai Stafsus Jokowi setingkat dengan jabatan Menteri.