Loading
Peduli bencana, ANRI siapkan layanan restorasi gratis untuk arsip keluarga. (Foto: Dok. ANRI)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Curah hujan yang tinggi pada malam pergantian tahun 2020 telah mengakibatkan sejumlah area pemukiman di Wilayah Jadebotabek terkena bencana banjir.
Salah satu dampak dari bencana banjir adalah adanya sejumlah Arsip Keluarga yang basah bahkan rusak terkena air.
ANRI merespon situasi ini dengan membuka Posko Layanan Restorasi Arsip Keluarga secara gratis di Gedung ANRI, Jl. Ampera Raya No. 7, Cilandak, Jakarta Selatan mulai tanggal 2 Januari 2020 mulai pukul 07.30 s/d 15.30 WIB.
Bagi masyarakat yang memiliki Arsip Keluarga yang terdampak bencana banjir dapat segera untuk mendatangi posko tersebut.
Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana pada Kamis (2/1/2020) menyebutkan 16 orang korban meninggal termasuk delapan orang di DKI Jakarta, satu orang di Kota Bekasi, tiga orang di Kota Depok, satu orang di Kota Bogor, satu orang di Kabupaten Bogor, satu orang di Kota Tangerang, dan satu orang di Tangerang Selatan.
Baca juga:
Kemendes PDTT Tetap Berkomitmen Bantu Proses Rekonstruksi dan Rehabilitasi Pascabencana SultengSementara itu, Perusahaan Listrik Negara, PLN mengatakan mereka memadamkan sementara listrik di 724 wilayah yang terkena banjir.
Hujan memang mengguyur wilayah Jabodetabek sejak Selasa (31/12) sore hingga Rabu (1/1) siang dengan intensitas besar sehingga banjir pun melanda warga di sejumlah wilayah.
Baca juga:
100 Musisi Gelar Konser Amal untuk Sumatra: Solidaritas Lintas Generasi Menggema di JakartaHingga pukul 08.50 WIB, Kamis (2/1/2020), banjir masih terlihat di Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Tangerang hingga Bekasi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberi peringatan tentang akan adanya hujan deras di seluruh wilayah Jabodetabek dan kemungkinan akan terjadi banjir pada Februari-Maret 2020.
Presiden Jokowi kepada pers menegaskan pentingnya kerja sama antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota segera dibangun.
"Sehingga semuanya bisa tertangani dengan baik, tapi yang paling penting pada saat kejadian seperti yang sekarang ini evakuasi korban banjir," tambah Presiden.
Presiden Jokowi menilai bahwa keselamatan dan keamanan masyarakat harus didahulukan.
"Nanti urusan penanganan banjir secara infrastrukturnya akan kita bicarakan setelah penanganan evakuasi selesai," ungkap Presiden.