Loading
Kepala Dinas Pertanian Imran Jasin. (Arahkita/Apriyanto Daud)
TIDORE, ARAHKITA.COM - Kurang lebih empat tahun pemerintah kota Tidore Kepulauan di bawah kepemimpinan Capt Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen, khususnya di Dinas Pertanian Kota Tidore Kepulauan masih terdapat dua program yang belum terealisasi. Untuk itu, melalui APBD Kota Tidore Kepulauan tahun anggaran 2020, kedua program tersebut menjadi program prioritas Dinas Pertanian, Kamis (31/10/2019)
Kepada sejumlah awak media Kepala Dinas Pertanian Imran Jasin menjelaskan, hampir empat tahun kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota, masih terdapat dua program yang belum terealisasi. Kedua program ini pun, menjadi fokus Dinas Pertanian pada tahu anggaran 2020 nanti,"Dua program pertanian yang belum terealisasi ini diantaranya program pasca panen khususnya untuk tanaman tomat dan pengembangan kawasan agro wisata" kata Imran.
Dijelaskan, untuk program pascapanen, pihaknya telah melakukan pembebasan lahan untuk pembangunan pabrik saos tomat di sekitar Kelurahan Cobodoe, Tidore Timur sementara pengembangan agro wisata di Kelurahan Fobaharu Tidore Utara."Pabrik saos tomat ini untuk mengantisipasi harga tomat jika tomat jatuh harga. Ini yang perlu kita lakukan. Sementara agro wisata ini untuk mengantisipasi tingkat kejenuhan warga masyarakat yang dewasa ini hanya berkunjung ke pantai sehingga pengembangan argo wisata ini untuk mengundang masyarakat menikmati kawasan pertanian secara khusus yang didalamnya berbagai macam buah buahan," ujarnya.
Menurutnya , dua program yang belum terealisasi tersebut nantinya akan digenjot melalui APBD tahun anggaran 2020 mendatang.