Pertemuan terbatas Uskup Keuskupan Amboina, Mgr. Mandagi, MSC dengan Wali Kota Tidore Kepulauan, Capt. H. Ali Ibrahim, MH, di Paroki, Gereja Batu Ternate, Selasa (24/9/2019). (Arahkita/Apriyanto Daud)
TIDORE, ARAHKITA.COM - Uskup Keuskupan Amboina, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC, yang biasa disapa Uskup Mandagi, menyampaikan terima kasih dan memberikan penghargaan kepada Wali Kota Capt. Ali Ibrahim, MH, karena dinilai berhasil bersama para tokoh dan masyarakat menciptakan suasana Kota Tidore yang aman, nyaman, dan damai bagi semua pemeluk agama, suku maupun etnis.
Penghargaan dan terima kasih tersebut disampaikan secara khusus dan langsung dari Uskup Mandagi, di sela-sela pertemuan terbatas Uskup Mandagi dengan Capt. H. Ali Ibrahim, MH, di Paroki, Gereja Batu Ternate, Selasa (24/9/2019).
Kata Uskup Mandagi, salah ukuran kemajuan sebuah daerah, juga tergantung dari terciptanya suasana, aman, damai, dan saling bertoleransi antar umat bergama. Mandagi bahkan berjanji memberikan dukungan penuh kepada Capt. Ali Ibrahim dalam menjalankan program dan kegiatan pembangunan yang mengarah pada terciptanya kehidupan masyarakat Kota Tidore Kepulauan yang harmonis, penuh kekeluargaan dan mengutamakan prinsip kedamaian dalam menyelesaikan setiap masalah di tengah-tengah masyarakat.
"Saya menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada pak Walikota Tidore bersama masyarakatnya, yang telah menjaga umat katolik yang jumlanya hanya sedikit di Kota Tidore Kepulauan," terang Mandagi.
Di tempat yang sama, Capt. Ali Ibrahim, menjelaskan bahwa ummat katolik di Tidore Kepulauan berjumlah sekitar 300 jiwa tersebar di Kecamatan Oba Utara dan Oba Tengah," Mereka mendapat perlakuan dan pelayanan yang baik dari Pemerintah Kota dan masyarakat setempat layaknya sebagai warga Kota Tidore," kata Wali Kota.
Menurut Ali Ibrahim, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan bersama aparat terkait, terus berupaya menciptakan suasana Kota Tidore Kepulauan, agar tetap dan selalu aman, nyaman dan damai untuk semua orang.
Pertemuan terbatas yang berlangsung sekitar 1 jam tersebut, dihadiri Kabag Pemerintahan Kota Tidore Kepulauan Zulkifli Ohorella dan Pastor Titus
Sementara itu Pankratius Ajo Balun, Ketua Stasi St. Fransiskus Asisi Sofifi, yang juga selaku Anggota FKUB Kota Tidore kepulauan, menambahkan kehidupan umat Katolik dengan umat beragama lain terlihat saling berdampingan dengan rukun. Hal ini terlihat dari keterlibatan umat dalam kegiatan ibadah secara oikumene dengan umat Kristen pProtestan dan juga silaturahmi dengan umat muslim disaat hari raya.
Menurutnya, umat katolik di Kota Tidore Kepulauan terdiri dari berbagai suku bangsa di Indonesia bukan hanya suku asli Halmahera saja tapi dari Maluku seperti Ambon Kei, Tanimbar, NTT, Minahasa, Sanger, Jawa, Papua ,Sumatera dan lain. Mereka hidup berdampingan dengan damai bersama masyarakat setempat.