Loading
Upaya pencegahan stunting (Net)
LABUANBAJO, ARAHKITA.COM - Provinsi Nusa Tenggara Timur jadi kawasan yang disasar Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) untuk melakukan sosialisasi pencegahan stunting. Stunting memang masing dianggap masalah kesehatan serius khususnya bagi anak saat ini.
Karenanya IDAI seluruh Indonesia menggelar pertemuan di Labuanbajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, kemarin, khusus membahas masalah stunting yang banyak diderita anak usia di bawah lima tahun di Tanah Air. Di pertemuan itu dibahas langkah penanganan dan pencegahan stunting.
Sekretaris IDAI Ahmad Suryawan mengatakan setiap anak perlu mendapat perhatian serius terhadap asupan gizi sehingga tidak rentan terhadap stunting. Pasalnya, stunting di usia dini mempunyai konsekuensi jangka panjang terhadap kualitas kesehatan anak dan kualitas kemampuan perkembangan anak di masa depan.
Pada pertemuan itu, Kepala Dinas Kesehatan NTT Dominggus Minggu Mere mengatakan angka stunting di NTT masih tinggi, mencapai 40%. "Upaya yang dilakukan Dinas Kesehatan NTT, bekerja sama dengan dokter anak agar terus merawat dan membantu memberi pendampingan nutrisi untuk menurunkan atau memulihkan kondisi pertumbuhan anak," ucapnya.