Selasa, 27 Januari 2026

Penjualan Kerak Telur Jakarta Meningkat Sejak Ada Pesanan Online


  • Sabtu, 27 Juli 2019 | 07:00
  • | News
 Penjualan Kerak Telur Jakarta Meningkat Sejak Ada Pesanan Online Pedagang membuat kerak telur pesanan pembeli. ANTARA

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Penjualan makanan tradisional kerak telur di Jakarta meningkat pesat sejak berkembangnya bisnis jual beli online. Seorang penjual mengaku pendapatannya meningkat drastis hingga lima kali lipat.

 

"Sebelum ada online, jualannya susah. Hanya laku 10 telur sehari. Semarang pesanan banyak datang dari ojek online. Bisa lebih dari 50 telur," kata pemilik kerak telur Lapangan Banteng Faisol,di Jakarta, Jumat (26/7) .

Ia mengaku mulai merambah pasar digital pada 2017. Anak sulungnya yang mengatur sistem penjualan online tersebut.

Saat ini Faisol memiliki 10 gerai kerak telur yang tersebar di beberapa wilayah DKI Jakarta. Adapun omzetnya mencapai Rp60 juta per bulan.

"Itu pendapatan kotor, atau belum dikurangi biaya bahan dani gaji karyawan. Penghasilan bersih sampai Rp30 juta per bulan," ujarnya.

Peningkatan penjualan yang didapatkan itu membuat pedagang kuliner tradisional, khususnya kerak telur, makin makmur.

Faisol berharap ke depan kerak telur makin populer dan diminati masyarakat yang tidak hanya di Indonesia, tetapi juga mancanegara.

Kerak telur adalah makanan asli daerah Jakarta yang memiliki cita rasa gurih dan legit. Bahan baku kuliner ini terdiri atas beras ketan putih, telur ayam atau bebek, ebi (udang kering), bawang merah goreng, kemudian diberi bumbu yang dihaluskan berupa kelapa sangrai, cabai, kencur, jahe, merica, garam, dan gula pasir.

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru