Sabtu, 15 Agustus 2026

Jusuf Kalla Minta Negara-Negara Islam Kedepankan Dialog untuk Redam Konflik Timur Tengah


  • Minggu, 26 Juli 2026 | 14:30
  • | News
 Jusuf Kalla Minta Negara-Negara Islam Kedepankan Dialog untuk Redam Konflik Timur Tengah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) menjadi pembicara dalam Kongres Umat Islam ke-VIII di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Minggu (26/07/2026). ANTARA/HO-Tim Media JK.

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), mengajak negara-negara Islam mengedepankan dialog dan diplomasi untuk meredam konflik yang kembali memanas di kawasan Timur Tengah. Menurutnya, penyelesaian damai harus menjadi pilihan utama agar ketegangan tidak berkembang menjadi perang yang lebih luas.

Pernyataan tersebut disampaikan JK di sela-sela Kongres Umat Islam ke-VIII di Jakarta Selatan, Minggu (26/7/2026). Ia mengaku prihatin melihat situasi Timur Tengah yang kembali memburuk, padahal sebelumnya sempat muncul harapan setelah tercapainya kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat.

"Kita sangat sayangkan apa yang terjadi makin meluas. Semula kita bergembira bahwa sudah ada kesepakatan antara Iran dengan Amerika, tapi buyar lagi, malah makin meluas," kata JK.

Ketua Dewan Masjid Indonesia itu menilai negara-negara Arab bersama negara-negara Islam lainnya perlu mengambil inisiatif untuk mendorong perdamaian. Ia berharap seluruh pihak yang terlibat dapat menahan diri dan lebih mengutamakan penyelesaian melalui jalur politik serta diplomasi.

"Kita harapkan dari Timur Tengah sendiri, negara-negara Arab juga berusaha untuk mendamaikan masing-masing," ujarnya.

JK juga menyoroti konflik yang masih berlangsung di Yaman, termasuk ketegangan antara kelompok Houthi dan Pemerintah Yaman. Menurutnya, upaya membangun kembali persatuan di dalam negeri menjadi langkah penting agar konflik tidak semakin memperburuk stabilitas kawasan.

Selain itu, ia mengingatkan negara-negara yang memiliki pengaruh di Timur Tengah agar tidak memperluas konflik ke wilayah lain. Penghentian kekerasan, kata JK, harus menjadi langkah awal untuk membuka ruang dialog dan menciptakan perdamaian yang berkelanjutan.

Sebagai Ketua Umum Palang Merah Indonesia, JK menegaskan bahwa dialog merupakan kunci utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan di antara negara-negara Islam. Karena itu, organisasi internasional seperti Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat persatuan dan memfasilitasi penyelesaian konflik secara damai.

JK juga menilai Indonesia memiliki tanggung jawab moral sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia untuk terus mendorong terciptanya perdamaian internasional.

Menurutnya, sikap Indonesia selama ini tetap konsisten mendukung penyelesaian damai terhadap berbagai konflik, termasuk yang terjadi di Palestina maupun kawasan Timur Tengah lainnya.

"Indonesia tentu mendukung perdamaian, sangat mendukung perdamaian. Apa yang terjadi di Palestina, apa yang terjadi di Timur Tengah merupakan suatu musibah," tutur Jusuf Kalla dikutip Antara.

Seruan JK menegaskan kembali pentingnya diplomasi, solidaritas antarnegara Islam, serta peran aktif komunitas internasional agar konflik di Timur Tengah tidak terus meluas dan menimbulkan dampak kemanusiaan yang lebih besar.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru