Sabtu, 15 Agustus 2026

Usai Libur Sekolah, Program MBG Perlu Evaluasi: Global Nutrition Report 2026 Bisa Jadi Acuan Penting


  • Senin, 13 Juli 2026 | 19:00
  • | News
 Usai Libur Sekolah, Program MBG Perlu Evaluasi: Global Nutrition Report 2026 Bisa Jadi Acuan Penting Direktur Pascasarjana Universitas YARSI sekaligus Adjunct Professor Griffith University Australia, Prof. Tjandra Yoga Aditama. (Foto: Dok. Pribadi)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Berakhirnya masa libur sekolah menjadi momentum untuk memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Evaluasi yang dilakukan selama operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dihentikan sementara diharapkan mampu menghasilkan tata kelola program yang lebih baik saat kegiatan belajar mengajar kembali dimulai.

Direktur Pascasarjana Universitas YARSI sekaligus Adjunct Professor Griffith University Australia, Prof. Tjandra Yoga Aditama, mengatakan salah satu referensi penting yang layak menjadi acuan dalam evaluasi tersebut adalah Global Nutrition Report 2026. Menurut mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara itu, laporan tersebut tidak hanya menyajikan data terbaru mengenai kondisi gizi dunia, tetapi juga memberikan kerangka komprehensif untuk memperkuat program gizi nasional.

"Global Nutrition Report 2026 mengkaji keterkaitan empat aspek penting, yaitu gizi, sistem pangan, sistem kesehatan, dan perubahan iklim (climate change). Keempatnya memiliki hubungan yang sangat erat dan saling memengaruhi sehingga perlu menjadi perhatian dalam pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis," ujar Prof. Tjandra.

Ia menjelaskan, laporan tersebut juga menekankan pentingnya menciptakan skenario "win-win", yakni kebijakan yang mampu memperkuat program gizi, sistem pangan, sistem kesehatan, sekaligus mendukung upaya menghadapi perubahan iklim.

Menurut Prof. Tjandra, rekomendasi dalam laporan itu sejalan dengan hasil Nutrition for Growth (N4G) Paris Summit 2025, yang mendorong kolaborasi lintas sektor, mulai dari kesehatan, sistem pangan, perlindungan sosial, ketahanan masyarakat, hingga pengelolaan program gizi secara terpadu.

Lebih lanjut, Global Nutrition Report 2026 menawarkan kerangka baru yang berfokus pada empat pilar utama, yaitu tata kelola, dukungan anggaran, peningkatan kapasitas pelaksana, serta penguatan data. Keempat aspek tersebut dinilai menjadi fondasi agar penyediaan makanan sehat dapat dilakukan secara merata dan berkelanjutan.

Prof. Tjandra berharap rekomendasi dalam laporan tersebut dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam penyempurnaan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis di Indonesia. Dengan evaluasi yang berbasis bukti ilmiah dan praktik terbaik dunia, MBG diharapkan mampu memberikan manfaat yang semakin besar bagi peningkatan kualitas gizi dan kesehatan generasi muda.

Prof. Tjandra Yoga Aditama merupakan Direktur Pascasarjana Universitas YARSI, Adjunct Professor Griffith University Australia, mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, mantan Dirjen Pengendalian Penyakit, serta mantan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru