Tarif Trans Pakuan Nonsubsidi Diperkirakan Rp6.000-Rp7.000, Ini Rencana Pemkot Bogor


  • Rabu, 08 Juli 2026 | 19:45
  • | News
 Tarif Trans Pakuan Nonsubsidi Diperkirakan Rp6.000-Rp7.000, Ini Rencana Pemkot Bogor Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim di Kota Bogor, Jawa Barat. ANTARA/M Fikri Setiawan

BOGOR, ARAHKITA.COM – Pemerintah Kota Bogor tengah mempersiapkan babak baru layanan transportasi massal Trans Pakuan. Dua koridor baru direncanakan beroperasi tanpa subsidi pemerintah dengan tarif yang diperkirakan tetap ramah di kantong, yakni sekitar Rp6.000 hingga Rp7.000 per perjalanan. Skema ini menjadi bagian dari upaya memperluas layanan transportasi publik sekaligus menghadirkan sistem angkutan yang lebih modern dan terintegrasi di Kota Bogor.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan besaran tarif tersebut masih dalam tahap pembahasan. Pemerintah saat ini masih menghitung kemampuan dan kesediaan masyarakat untuk membayar (willingness to pay) sebelum tarif resmi ditetapkan.

"Kita bahas kira-kira willingness to pay-nya atau tarifnya berapa. Tarifnya masih terjangkau, kurang lebih antara Rp6.000 sampai Rp7.000," ujar Dedie di Balai Kota Bogor, Rabu (8/7/2026).

Dua Koridor Beroperasi Tanpa Subsidi

Menurut Dedie, dua dari enam koridor Trans Pakuan nantinya akan dijalankan dengan skema operasional mandiri atau nonsubsidi. Sementara itu, empat koridor lainnya tetap memperoleh subsidi dari pemerintah sehingga tarifnya diperkirakan tetap sekitar Rp4.000 per perjalanan.

Skema ini diharapkan dapat menjaga keberlanjutan layanan transportasi umum sekaligus memperluas jangkauan Trans Pakuan bagi masyarakat.

Masih Butuh Tambahan 19 Bus

Untuk melayani enam koridor secara optimal, Pemerintah Kota Bogor memperkirakan membutuhkan total 68 unit bus.

Saat ini armada yang tersedia baru mencapai 49 unit. Artinya, masih diperlukan tambahan sebanyak 19 bus agar seluruh koridor dapat beroperasi sesuai rencana.

Pemkot Bogor pun tengah mematangkan proses pengadaan armada baru, termasuk melalui mekanisme lelang.

"Saya minta tidak ada jeda. Kalau memungkinkan lelang dilakukan di akhir tahun sehingga per 1 Januari bus tetap bisa beroperasi," kata Dedie dikutip Antara.

Koridor 3 dan 4 Ditargetkan Uji Coba Tahun Ini

Selain pengadaan armada, Pemerintah Kota Bogor juga menargetkan uji coba operasional Koridor 3 dan Koridor 4 dapat dimulai pada tahun ini.

Apabila seluruh persiapan berjalan sesuai rencana dan dukungan anggaran tersedia, kedua koridor tersebut akan mulai beroperasi penuh pada awal 2027.

Terintegrasi dengan Angkot sebagai Feeder

Pengembangan Trans Pakuan juga dilakukan bersamaan dengan penataan angkutan kota (angkot). Nantinya, angkot akan berfungsi sebagai angkutan pengumpan (feeder) yang menghubungkan penumpang menuju enam koridor utama Trans Pakuan.

Melalui integrasi tersebut, Pemkot Bogor berharap sistem transportasi umum menjadi lebih tertata, nyaman, dan efisien. Di sisi lain, kebijakan ini juga mendukung pengurangan jumlah angkutan kota yang telah berusia lebih dari 20 tahun sehingga kualitas layanan transportasi publik di Kota Bogor semakin meningkat.

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru