Sabtu, 15 Agustus 2026

Stasiun Gambir Kembali Layani Penumpang KRL Usai Revitalisasi, Akses ke Monas Bakal Lebih Mudah


  • Rabu, 08 Juli 2026 | 19:00
  • | News
 Stasiun Gambir Kembali Layani Penumpang KRL Usai Revitalisasi, Akses ke Monas Bakal Lebih Mudah Stasiun Gambir Kembali Layani Penumpang KRL Usai Revitalisasi, Akses ke Monas Bakal Lebih Mudah. (Publika.id)

CIREBON, ARAHKITA.COM – Kabar baik bagi pengguna KRL Jabodetabek. Setelah proses revitalisasi selesai, Stasiun Gambir akan kembali melayani penumpang KRL yang naik maupun turun di stasiun tersebut. Kehadiran layanan ini diharapkan memudahkan masyarakat menuju kawasan Monumen Nasional (Monas) tanpa harus berganti moda transportasi.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) menargetkan revitalisasi Stasiun Gambir rampung pada 2028. Salah satu perubahan penting adalah penambahan jalur khusus KRL yang dipisahkan dari jalur kereta api jarak jauh sehingga operasional menjadi lebih tertata dan nyaman.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, mengatakan pihaknya akan menambah dua jalur baru untuk melayani perjalanan KRL.

"Nanti kita tambahkan dua jalur lagi (untuk KRL)," ujar Bobby saat berdiskusi dengan awak media dalam perjalanan menggunakan Kereta Wisata dari Yogyakarta menuju Jakarta, Rabu (8/7/2026).

Menurut Bobby, selama ini akses transportasi menuju kawasan Monas masih belum optimal. Dengan kembali berhentinya KRL di Stasiun Gambir, masyarakat akan lebih mudah menjangkau salah satu ikon wisata dan pemerintahan di Jakarta tersebut.

Ia memastikan setelah revitalisasi selesai pada 2028, pengguna KRL sudah dapat naik dan turun langsung di Stasiun Gambir.

Selain itu, jalur KRL akan dibuat terpisah dari jalur kereta api jarak jauh (KAJJ). Pemisahan ini bertujuan meningkatkan kenyamanan sekaligus menghindari kepadatan penumpang di area peron.

"Kita tidak akan satu platform antara KRL dan KAJJ. Jalurnya terpisah. Kami lakukan supaya mempermudah orang Jabodetabek mengakses Monas," jelasnya.

Bobby optimistis kehadiran kembali layanan KRL di Stasiun Gambir juga akan mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.

Menurutnya, semakin mudah akses menuju pusat kota menggunakan KRL, semakin berkurang pula penggunaan mobil dan sepeda motor, yang pada akhirnya dapat membantu mengurangi kemacetan di kawasan Monas.

"Kalau kita tidak turunkan KRL di Gambir orang ke Monas menggunakan apa? Akhirnya mereka kembali menggunakan mobil, motor, ujung-ujungnya macet serta kumuh lagi," kata Bobby dikutip Antara.

Dengan revitalisasi yang tengah berjalan, Stasiun Gambir diproyeksikan menjadi salah satu simpul transportasi modern di Jakarta yang terintegrasi, sekaligus memperkuat konektivitas masyarakat menuju pusat aktivitas ibu kota.

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru