Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria saat mengunjungi Kantor Balai Besar Pelatihan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital (BBLSDM Komdigi) Medan di Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara, Sabtu (04/07/2026). (ANTARA/HO-Kementerian Komunikasi dan Digital)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Persaingan teknologi dunia kini memasuki babak baru. Jika sebelumnya negara-negara berlomba membangun infrastruktur digital, kini kualitas sumber daya manusia atau talenta digital justru menjadi penentu utama siapa yang akan memimpin.
Karena itu, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menegaskan bahwa penguatan talenta digital merupakan langkah strategis agar Indonesia mampu bersaing di tengah pesatnya perkembangan teknologi global, termasuk kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI).
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, mengatakan kemampuan manusia menjadi modal terpenting dalam menghadapi transformasi digital yang berlangsung sangat cepat.
"Talenta digital menjadi faktor penentu. Dengan kemampuan manusia yang kuat, kita bisa mengatasi keterbatasan infrastruktur dan meningkatkan daya saing," kata Nezar dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (5/7/2026).
Menurutnya, peta persaingan teknologi global kini tidak lagi hanya ditentukan oleh siapa yang memiliki infrastruktur paling canggih. Yang jauh lebih penting adalah siapa yang memiliki sumber daya manusia dengan kemampuan inovasi, riset, dan penguasaan teknologi.
Indonesia, kata Nezar, harus mulai meninggalkan posisi sebagai pengguna teknologi semata. Sebaliknya, Indonesia perlu mengambil peran lebih besar dalam proses penciptaan dan pengembangan teknologi agar dapat masuk ke dalam rantai nilai industri teknologi global.
"Indonesia harus keluar dari posisi hanya sebagai pengguna teknologi. Kita perlu masuk ke proses penciptaan, bukan hanya pemakaian," tegasnya.
Kampus Jadi Pusat Lahirnya Talenta Digital
Untuk mewujudkan target tersebut, Kemkomdigi memperkuat kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kampus dipandang sebagai ruang strategis untuk mencetak talenta digital yang siap menghadapi kebutuhan industri masa depan.
Melalui kerja sama tersebut, pemerintah menjalankan berbagai program pengembangan kompetensi digital, salah satunya AI Talent Factory yang telah dilaksanakan di sejumlah perguruan tinggi, baik di Pulau Jawa maupun di berbagai daerah lainnya.
Program ini bertujuan memperluas akses pendidikan dan pelatihan digital sehingga semakin banyak generasi muda Indonesia memiliki kemampuan yang relevan dengan kebutuhan industri teknologi.
"Kampus menjadi pintu masuk untuk membangun talenta digital yang siap menghadapi kebutuhan industri masa depan," ujar Nezar dikutip Antara.
Tak Hanya Menguasai Teknologi
Kemkomdigi juga menekankan bahwa pengembangan talenta digital tidak berhenti pada kemampuan teknis semata. Para talenta masa depan juga perlu memahami perubahan ekonomi digital dunia, perkembangan geopolitik teknologi, hingga dinamika industri global yang terus berubah.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia yang tidak hanya piawai menggunakan teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi, menghasilkan solusi baru, dan meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat internasional.
Dengan strategi tersebut, pengembangan talenta digital menjadi bagian penting dari upaya nasional untuk memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem teknologi global yang terus berkembang dan semakin kompetitif.