Layanan Mikrotrans Diusulkan Berbayar Rp2.000, Ini Alasan DTKJ


  • Sabtu, 04 Juli 2026 | 07:30
  • | News
 Layanan Mikrotrans Diusulkan Berbayar Rp2.000, Ini Alasan DTKJ Pramudi angkutan umum perkotaan Mikrotrans menunggu calon penumpang di Terminal Kampung Melayu, Jakarta, Selasa (6/1/2026). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Layanan Mikrotrans yang selama ini dapat dinikmati secara gratis berpotensi mengalami perubahan. Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) mengusulkan agar angkutan pengumpan Transjakarta tersebut dikenakan tarif sebesar Rp2.000 untuk setiap perjalanan jarak dekat.

Ketua DTKJ, Sugihardjo, mengatakan usulan tersebut masih sebatas kajian dan bertujuan menciptakan sistem transportasi yang lebih transparan, terutama dalam pencatatan jumlah penumpang.

"Kalau hanya untuk jarak dekat hanya naik Mikrotrans itu tarifnya Rp2.000. Kita mengusulkan Rp2.000," ujar Sugihardjo di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (3/7).

Tarif Dinilai Bisa Cegah Manipulasi Data Penumpang

Menurut Sugihardjo, layanan gratis berpotensi menimbulkan ketidaksesuaian antara jumlah penumpang yang tercatat dengan kondisi di lapangan.

Ia menjelaskan, kontrak kerja sama antara Transjakarta dan operator Mikrotrans selama ini memuat target jumlah penumpang dan kilometer operasional. Dalam kondisi layanan gratis, muncul potensi manipulasi data agar target tetap tercapai.

Sebagai ilustrasi, jika jumlah penumpang tidak memenuhi target, oknum operator dikhawatirkan dapat melakukan tapping kartu secara fiktif agar angka penumpang terlihat sesuai ketentuan.

Dengan adanya tarif sebesar Rp2.000, setiap perjalanan harus dibayar sehingga pencatatan penumpang dinilai akan lebih akurat dan sulit dimanipulasi.

Penurunan Data Belum Tentu Penumpang Berkurang

Sugihardjo juga meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa jumlah penumpang akan menurun jika tarif baru diterapkan.

Menurutnya, apabila nantinya data penumpang terlihat lebih rendah, hal tersebut justru bisa menunjukkan kondisi riil setelah kemungkinan data berlebih sebelumnya tidak lagi terjadi.

Kualitas Layanan Juga Harus Dibenahi

Selain mengusulkan tarif baru, DTKJ menyoroti kualitas pelayanan Mikrotrans yang dinilai masih perlu banyak perbaikan.

Sugihardjo mengaku masih menerima berbagai keluhan dari masyarakat, mulai dari armada yang datang secara bersamaan sehingga waktu tunggu menjadi lama, hingga pengemudi yang berkendara terlalu cepat dan mengurangi kenyamanan serta keselamatan penumpang dikutip Antara.

Ia mengingatkan agar operator tidak hanya berorientasi pada pencapaian target operasional, tetapi juga memperhatikan kualitas layanan.

Menurutnya, transformasi sistem operasional tidak boleh sekadar mengubah orientasi dari mengejar setoran menjadi mengejar target kilometer tanpa meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Masih Sebatas Usulan

Meski ramai diperbincangkan, Sugihardjo menegaskan bahwa usulan tarif Rp2.000 untuk layanan Mikrotrans belum menjadi kebijakan resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Saat ini, gagasan tersebut masih berada pada tahap kajian DTKJ dan akan menjadi bahan pertimbangan sebelum diputuskan oleh pemerintah daerah.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru