BNPB Percepat Perbaikan Infrastruktur Darurat Pascagempa Sigi, Fokus pada Air Bersih dan Mitigasi Banjir


  • Kamis, 25 Juni 2026 | 23:15
  • | News
 BNPB Percepat Perbaikan Infrastruktur Darurat Pascagempa Sigi, Fokus pada Air Bersih dan Mitigasi Banjir Petugas gabungan yang dibawah koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan pembukaan bendungan yang terbentuk akibat gempabumi di kawasan Gunung Nokilalaki, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. (BNPB)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan upaya pemulihan pascagempa bumi di Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, terus berjalan. Fokus penanganan saat ini mencakup perbaikan infrastruktur darurat berupa pemasangan bronjong dan pembenahan jaringan air bersih guna mendukung kebutuhan masyarakat terdampak.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan pekerjaan tersebut terlaksana dengan dukungan pendanaan dari anggaran PUM Provinsi Sulawesi Tengah.

"Sigi merupakan daerah terdampak gempa bumi yang diiringi oleh lebih dari seribu kali kejadian gempa susulan sejak gempa utama pada 16 Juni 2026," kata Abdul Muhari dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Selain memperbaiki infrastruktur dasar, BNPB bersama tim gabungan juga menjalankan langkah mitigasi lanjutan untuk mengurangi risiko bencana susulan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah membuka bendung alami yang terbentuk akibat longsoran material kayu dan bebatuan dari kawasan Gunung Nokilalaki.

Material tersebut sebelumnya menyumbat aliran menuju Sungai Kamarora dan berpotensi menimbulkan ancaman baru bagi masyarakat. Tim gabungan menggunakan metode jet water untuk membuka sumbatan sehingga aliran air dapat kembali normal.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi penumpukan air dan meminimalkan risiko banjir bandang maupun aliran material saat hujan turun. Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut dari arahan Kepala BNPB Suharyanto yang meninjau langsung lokasi terdampak pada 19 Juni lalu.

Di sisi lain, pelayanan kebutuhan dasar bagi warga terdampak masih terus dilakukan. Tim gabungan tetap menyiagakan layanan kesehatan di sejumlah posko, memantau kondisi pengungsian mandiri warga, menyediakan tenda darurat untuk kegiatan ibadah, serta memastikan ketersediaan logistik selama masa tanggap darurat yang berlaku hingga setidaknya 30 Juni 2026.

Untuk memperkuat operasional di lapangan, BNPB juga menyalurkan bantuan tahap ketiga kepada jajaran Kodam XIII/Merdeka, Korem 132/Tadulako, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah.

Bantuan tersebut terdiri atas dua unit mobil dapur umum lapangan, 100 unit handy talky, enam tenda pengungsi, dua motor trail lengkap dengan pompa alkon, 300 paket sembako, 200 tenda keluarga, 300 matras, dan 300 selimut.

Berdasarkan data sementara yang telah diperbarui, sebanyak 3.600 kepala keluarga atau 9.609 jiwa terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Kabupaten Sigi. BNPB memastikan seluruh korban luka telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini telah pulih.

Sementara itu, kerusakan bangunan masih cukup signifikan. Tercatat 1.979 rumah mengalami kerusakan ringan, 277 rumah rusak sedang, dan 277 rumah rusak berat.

Kerusakan juga terjadi pada 110 rumah ibadah yang terdiri atas 29 masjid dan 81 gereja. Selain itu, 19 gedung perkantoran, termasuk Kantor Bupati dan Bapperinda, turut terdampak. Sebanyak 35 sekolah, 10 puskesmas, dua rumah adat, dua jaringan air bersih, serta enam fasilitas umum lainnya juga mengalami kerusakan dan masih menunggu hasil verifikasi teknis terkait kondisi struktur bangunannya.

BNPB menegaskan bahwa proses penanganan darurat dan pemulihan akan terus dilakukan secara bertahap untuk memastikan masyarakat terdampak dapat kembali menjalani aktivitas dengan aman serta mengurangi risiko bencana lanjutan di wilayah tersebut.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru