Ilustrasi Jakarta diguyur hujan ringan. (Gemini AI)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan akan mengalami cuaca berawan hingga hujan dengan intensitas ringan sampai sedang pada Sabtu (13/6/2026). Masyarakat yang memiliki aktivitas di luar ruangan diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sepanjang hari.
Berdasarkan prakiraan cuaca yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejumlah kota di Indonesia bagian barat diprediksi mengalami kondisi berawan. Wilayah tersebut antara lain Banda Aceh, Pekanbaru, Jambi, dan Jakarta.
Sementara itu, hujan ringan hingga sedang berpotensi turun di sejumlah kota besar seperti Medan, Padang, Tanjung Pinang, Pangkal Pinang, Palembang, Serang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Pontianak, Tanjung Selor, Samarinda, dan Palangka Raya.
BMKG juga mengingatkan adanya potensi cuaca yang lebih ekstrem di beberapa daerah. Bengkulu, Bandar Lampung, dan Banjarmasin diprakirakan mengalami hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir.
“Bengkulu, Bandar Lampung, dan Banjarmasin diprakirakan hujan lebat disertai kilat,” ujar Prakirawan BMKG Ina Indah dalam siaran resmi BMKG.
Di kawasan Indonesia timur, hujan ringan hingga sedang diprediksi terjadi di Denpasar, Mataram, Makassar, Kendari, Mamuju, Palu, Gorontalo, dan Ternate. Sementara Kupang diperkirakan cerah berawan.
Adapun Kota Manado berpotensi mengalami hujan lebat yang disertai petir. Kondisi serupa perlu diwaspadai masyarakat yang beraktivitas di luar rumah maupun yang melakukan perjalanan.
Wilayah Ambon, Sorong, Manokwari, Nabire, dan Jayawijaya juga diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Sementara Jayapura dan Merauke diprediksi berada dalam kondisi berawan.
BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu memantau perkembangan cuaca melalui aplikasi Info BMKG maupun kanal media sosial resmi BMKG agar dapat mengantisipasi potensi cuaca buruk yang terjadi sewaktu-waktu.
Mengapa Cuaca Indonesia Sulit Diprediksi?
Selain menyampaikan prakiraan cuaca harian, BMKG juga menjelaskan bahwa prediksi musim di Indonesia memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi dibandingkan banyak negara lain.
Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan bahwa terdapat tiga faktor laut berskala besar yang sangat memengaruhi pola cuaca dan curah hujan di Indonesia.
Faktor pertama adalah suhu muka laut di perairan Indonesia yang berpengaruh terhadap kondisi cuaca dalam satu hingga dua bulan ke depan. Faktor kedua adalah fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) di Samudera Hindia yang berperan besar terhadap curah hujan, terutama di wilayah Indonesia bagian barat.
Sementara faktor ketiga adalah fenomena El Nino dan La Nina di Samudera Pasifik yang memengaruhi pola curah hujan dalam jangka waktu lebih panjang atau skala antar-tahun.
Menurut Ardhasena, interaksi ketiga faktor tersebut menjadi semakin rumit karena Indonesia merupakan negara kepulauan dengan bentang alam yang sangat beragam. Kehadiran pegunungan, lembah, serta garis pantai yang panjang menciptakan karakter cuaca yang berbeda-beda di setiap wilayah.
Salah satu contohnya dapat ditemukan di Pulau Sumatera. Curah hujan di wilayah pesisir barat Sumatera dipengaruhi oleh Pegunungan Bukit Barisan sehingga memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan daerah di sisi timur seperti Riau dan Jambi.
Karakter geografis yang unik inilah yang membuat pola cuaca Indonesia sering kali sangat dinamis dan memerlukan pemantauan secara berkala agar masyarakat dapat mengantisipasi dampaknya dengan lebih baik.