Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Warga Disarankan Pakai Masker Saat Beraktivitas


  • Sabtu, 13 Juni 2026 | 07:00
  • | News
 Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Warga Disarankan Pakai Masker Saat Beraktivitas Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Warga Disarankan Pakai Masker Saat Beraktivitas. (Ilustrasi AI)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Warga Jakarta disarankan mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan setelah kualitas udara ibu kota tercatat berada dalam kategori tidak sehat pada Sabtu (13/6/2026) pagi.

Berdasarkan data pemantauan kualitas udara IQAir yang diperbarui pukul 05.00 WIB, indeks kualitas udara (AQI) Jakarta berada pada angka 184. Angka tersebut menunjukkan kondisi udara yang dapat berdampak pada kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta penderita penyakit pernapasan dan jantung.

Tingginya tingkat polusi udara juga terlihat dari konsentrasi partikel PM2.5 yang mencapai 102 mikrogram per meter kubik. Nilai ini tercatat sekitar 20 kali lebih tinggi dibandingkan pedoman kualitas udara tahunan yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

PM2.5 merupakan partikel mikroskopis berukuran kurang dari 2,5 mikrometer yang berasal dari berbagai sumber, seperti asap kendaraan, pembakaran, debu, hingga aktivitas industri. Karena ukurannya sangat kecil, partikel ini dapat masuk jauh ke dalam paru-paru bahkan ke aliran darah, sehingga berpotensi meningkatkan risiko gangguan pernapasan, penyakit jantung, hingga kematian dini apabila terpapar dalam jangka panjang.

Seiring kondisi udara yang memburuk, masyarakat dianjurkan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar, menutup jendela rumah guna mencegah masuknya udara tercemar, serta menyalakan alat penyaring udara apabila tersedia.

Dalam pemantauan yang sama, Jakarta tercatat sebagai kota dengan kualitas udara terburuk ketiga di Indonesia. Posisi tersebut berada di bawah Serpong yang mencatat indeks kualitas udara 240 dan Tangerang Selatan dengan angka 231.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menilai pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di kawasan Jalan H.R. Rasuna Said serta koridor Sudirman–Thamrin memberikan dampak positif terhadap kualitas udara.

Pengurangan aktivitas kendaraan bermotor selama pelaksanaan CFD diyakini berkontribusi pada penurunan emisi di kawasan pusat kota. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menekan tingkat pencemaran udara yang selama ini masih didominasi oleh sektor transportasi dikutip Antara.

Selain menghadirkan ruang publik yang lebih sehat dan nyaman, kegiatan HBKB juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penggunaan transportasi yang lebih ramah lingkungan serta menjaga kualitas udara Jakarta secara berkelanjutan.

Dengan kondisi udara yang masih belum ideal, masyarakat diimbau terus memantau perkembangan kualitas udara harian dan mengambil langkah perlindungan diri agar risiko gangguan kesehatan akibat polusi dapat diminimalkan.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru