Loading
Ilustrasi Bus Transjakarta melintasi Jalan Medan Merdeka Selatan Jakarta Pusa
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Rencana penyesuaian tarif layanan Transjabodetabek mendapat perhatian dari DPRD DKI Jakarta. Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Muhammad Taufik Zulkifli, menilai kebijakan tersebut dapat membantu mengurangi beban subsidi transportasi yang selama ini ditanggung Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Menurut Taufik, tarif transportasi publik yang berlaku saat ini sudah cukup lama tidak mengalami perubahan. Tarif Rp3.500 yang diterapkan sejak 2005 dinilai perlu dievaluasi dengan mempertimbangkan kondisi operasional dan besarnya subsidi yang dikeluarkan pemerintah daerah.
"Sebenarnya, jika ada kenaikan tarif, hal itu dapat mengurangi subsidi transportasi yang selama ini ditanggung Pemprov Jakarta," kata Taufik di Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Baca juga:
Tarif Transjabodetabek Blok M–Bandara Soetta Segera Disesuaikan, Pemprov DKI Evaluasi SubsidiTaufik menjelaskan bahwa layanan Transjabodetabek tidak hanya melayani warga Jakarta, tetapi juga masyarakat dari wilayah penyangga seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
Karena itu, biaya subsidi yang bersumber dari APBD DKI Jakarta terus meningkat seiring bertambahnya jumlah pengguna layanan lintas wilayah tersebut.
Meski mendukung evaluasi tarif, ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut harus tetap memperhatikan kemampuan masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.
"Yang terpenting, jangan sampai memberatkan masyarakat, apalagi dalam situasi ekonomi seperti sekarang," ujarnya.
Baca juga:
Tarif Transjabodetabek Blok M–Bandara Soetta Segera Disesuaikan, Pemprov DKI Evaluasi SubsidiMenurut Taufik, besaran penghematan subsidi nantinya akan sangat bergantung pada skema dan besaran kenaikan tarif yang ditetapkan pemerintah.
Namun secara prinsip, penyesuaian tarif diyakini dapat membantu mengurangi tekanan terhadap anggaran transportasi daerah dan memberikan ruang fiskal yang lebih luas untuk program pembangunan lainnya.
"Besarnya pengurangan subsidi tentu tergantung pada berapa tarif yang akan ditetapkan nantinya," katanya.
Sebelumnya, Pramono Anung Wibowo menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang menyiapkan penyesuaian tarif untuk sejumlah rute Transjabodetabek.
Salah satu rute yang masuk dalam pembahasan adalah layanan Transjabodetabek koridor Blok M menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
“Untuk tarif Transjabodetabek Blok M–Soekarno-Hatta segera akan kami putuskan. Dalam bulan ini kami akan memutuskan beberapa rute yang memerlukan penyesuaian tarif,” kata Pramono.
Ia menjelaskan bahwa langkah tersebut dilakukan karena nilai subsidi yang diberikan pemerintah daerah dinilai sudah terlalu besar. Namun hingga kini, Pemprov DKI Jakarta belum mengumumkan secara rinci rute-rute lain yang akan mengalami penyesuaian tarif.
Wacana kenaikan tarif Transjabodetabek menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga keberlanjutan layanan transportasi publik. Di sisi lain, masyarakat juga berharap setiap penyesuaian tarif dibarengi dengan peningkatan kualitas layanan, kenyamanan, dan ketepatan waktu operasional.
Dengan demikian, kebijakan yang diambil tidak hanya membantu mengurangi beban subsidi, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih besar bagi pengguna transportasi umum.