Mendiktisaintek Tegaskan: Program Studi Tidak Ditutup, Tetapi Dikembangkan agar Tetap Relevan


  • Selasa, 02 Juni 2026 | 15:30
  • | News
 Mendiktisaintek Tegaskan: Program Studi Tidak Ditutup, Tetapi Dikembangkan agar Tetap Relevan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto ditemui di Kantor Kemdiktisaintek, Jakarta, Senin (25/5/2026). ANTARA/Sean Filo Muhamad

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menegaskan bahwa pemerintah tidak memiliki kebijakan untuk menutup program studi (prodi) yang dianggap kurang relevan dengan perkembangan industri. Sebaliknya, pemerintah justru mendorong perguruan tinggi untuk mengembangkan dan memperbarui substansi pembelajaran agar tetap sesuai dengan kebutuhan zaman.

Pernyataan tersebut disampaikan Brian Yuliarto dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Menurutnya, isu mengenai rencana penutupan sejumlah program studi yang belakangan beredar tidak mencerminkan arah kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Fokus pemerintah saat ini adalah melakukan pembinaan serta penguatan kualitas akademik agar lulusan perguruan tinggi mampu menjawab tantangan dunia kerja yang terus berubah.

"Program studi tidak akan ditutup hanya karena adanya perubahan kebutuhan industri. Yang dilakukan adalah pengembangan dan penyesuaian materi pembelajaran agar tetap relevan," jelas Brian.

Kurikulum Perlu Bertransformasi

Brian mencontohkan bagaimana sejumlah program studi telah melakukan penyesuaian untuk meningkatkan daya saing lulusannya. Salah satunya adalah program studi matematika yang kini banyak mengembangkan peminatan ke bidang aktuaria, sehingga memiliki keterkaitan yang lebih kuat dengan kebutuhan dunia usaha dan sektor industri.

Transformasi serupa juga terjadi pada program studi teknik elektro. Saat ini, banyak perguruan tinggi mulai memperkuat kurikulum dengan materi yang berkaitan dengan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), machine learning, hingga teknologi robotika yang menjadi kebutuhan utama di era digital.

Langkah tersebut dinilai penting agar lulusan perguruan tinggi tidak hanya memiliki landasan teori yang kuat, tetapi juga kompetensi yang sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar kerja.

Evaluasi Kurikulum Dilakukan Berkala

Untuk menjaga relevansi program studi, Kemdiktisaintek mendorong setiap badan kerja atau forum koordinasi program studi melakukan evaluasi kurikulum secara rutin setiap tiga hingga empat tahun.

Evaluasi tersebut bertujuan untuk menilai keseimbangan antara materi dasar keilmuan yang harus dipertahankan dengan kebutuhan akan kompetensi baru yang lebih aplikatif dan sesuai perkembangan industri.

Dengan mekanisme evaluasi yang berkelanjutan, perguruan tinggi diharapkan dapat lebih cepat beradaptasi terhadap perubahan teknologi, ekonomi, dan kebutuhan tenaga kerja di masa depan dikutip Antara.

Penutupan Prodi Hanya dalam Kondisi Tertentu

Brian juga menjelaskan bahwa penutupan program studi bukanlah kebijakan yang dilakukan secara sepihak oleh pemerintah. Sebuah prodi hanya dapat ditutup apabila ada usulan dari perguruan tinggi yang bersangkutan atau sebagai konsekuensi atas pelanggaran berat terhadap ketentuan yang berlaku.

Karena itu, ia kembali menegaskan bahwa arah kebijakan pemerintah saat ini adalah memperkuat dan mengembangkan program studi agar lebih selaras dengan kebutuhan industri, bukan menghilangkannya.

Menurut Brian, penyesuaian kurikulum dan pengembangan substansi pembelajaran menjadi kunci agar pendidikan tinggi Indonesia mampu menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan masa depan tanpa harus mengorbankan keberagaman disiplin ilmu yang ada di perguruan tinggi.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru