Tragis, Ledakan Balon Udara saat Idul Adha di Blitar Tewaskan Pemuda 23 Tahun


  • Rabu, 27 Mei 2026 | 22:45
  • | News
 Tragis, Ledakan Balon Udara saat Idul Adha di Blitar Tewaskan Pemuda 23 Tahun Aparat kepolisian memantau kondisi korban ledakan petasan di Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. (Polres Blitar)

BLITAR, ARAHKITA.COM - Peristiwa ledakan balon udara yang digantungi petasan menggemparkan warga Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Rabu pagi. Insiden tersebut menyebabkan satu orang meninggal dunia dan dua anak mengalami luka-luka.

Kejadian berlangsung saat warga setempat sedang melaksanakan shalat Idul Adha. Di waktu yang sama, sejumlah anak bersama seorang pemuda diketahui sedang bermain balon udara tanpa awak yang dipasangi petasan.

Kepala Seksi Humas Polres Blitar Aiptu Muheni mengatakan, korban bersama enam anak lainnya berada di lokasi saat balon udara hendak diterbangkan.

“Sewaktu warga sedang melaksanakan shalat Idul Adha, korban bersama enam anak lainnya main menerbangkan balon udara tanpa awak di TKP dan digantungkan petasan,” katanya, Rabu (27/5/2026).

Tiga korban dalam kejadian itu masing-masing berinisial I (23), ADR (11), dan D (12), yang semuanya merupakan warga Desa Tambakan. Ledakan terjadi ketika korban I sedang memegang petasan yang terpasang pada balon udara tersebut.

Dentuman keras membuat warga sekitar panik dan langsung mendatangi lokasi kejadian. Mereka menemukan para korban dalam kondisi terluka dan segera melaporkannya kepada pihak kepolisian.

Petugas gabungan dari SPKT dan Tim Inafis Satreskrim Polres Blitar kemudian datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus mengevakuasi korban ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi.

“Petugas gabungan SPKT Tim Inafis Satreskrim Polres Blitar mendatangi lokasi guna olah TKP. Selanjutnya mengevakuasi korban dibawa ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi untuk mendapatkan perawatan,” ujar Muheni.

Korban I mengalami luka sangat serius, mulai dari tangan kanan putus hingga siku, serta luka bakar parah di bagian wajah dan perut. Saat ditemukan, korban dalam kondisi kritis dan tidak sadarkan diri sebelum akhirnya meninggal dunia usai mendapatkan penanganan medis.

Sementara itu, korban ADR mengalami luka lecet pada jari tangan kiri dan dagu. Sedangkan korban D mengalami luka lecet pada jari tangan kiri dan wajah. Kedua korban kini masih menjalani perawatan medis dalam kondisi sadar.

“Korban atas nama I setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit dinyatakan meninggal dunia. Untuk dua korban lainnya masih mendapatkan perawat di rumah sakit,” kata dia.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti ledakan tersebut, termasuk meminta keterangan dari sejumlah saksi di lokasi kejadian.

Polisi juga mengingatkan masyarakat agar tidak bermain petasan, terlebih dikaitkan dengan balon udara, karena berisiko tinggi memicu kecelakaan fatal dan membahayakan keselamatan banyak orang.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru