Loading
Generasi muda melalui kolaborasi bersama KOMANTTA, Komunitas mahasiswa asal NTT di Universitas Atma Jaya Yogyakarta rapat persiapan terkait Festaya Vol. IV pada 6 Juni mendatang di Yogyakarta. (Foto: Dok. NKJ)
YOGYAKARTA, ARAHKITA.COM – Nara Kupu Jogja menyatakan komitmennya dalam mendukung kreativitas generasi muda melalui kolaborasi bersama KOMANTTA, komunitas mahasiswa asal NTT di Universitas Atma Jaya Yogyakarta yang akan menggelar Festaya Vol. IV pada 6 Juni mendatang di Yogyakarta.
Festaya Vol. IV menjadi ajang kreativitas dan kebersamaan mahasiswa NTT di tanah rantau, sekaligus ruang untuk memperkenalkan budaya, solidaritas, dan semangat generasi muda NTT di Kota Yogyakarta.
Dukungan terhadap kegiatan ini juga mendapat perhatian dari Rayhan Christian Siego selaku pemilik Nara Kupu Jogja yang terus mendorong hadirnya ruang kreatif dan kolaboratif bagi generasi muda di Yogyakarta.
Baca juga:
Jelajah Serangga Nocturnal: Cara Seru Nara Kupu Jogja Mengajak Warga Mengenal Alam di Bulan RamadhanManajer Nara Kupu Jogja, Axel Bramesta, mengatakan pihaknya melihat KOMANTTA bukan sekadar komunitas mahasiswa daerah, melainkan ruang tumbuh bagi anak-anak muda NTT untuk berkarya, menjaga identitas budaya, dan membangun relasi positif di tanah rantau.
“Semangat itu sejalan dengan nilai yang dibawa Nara Kupu Jogja, yaitu mendukung kreativitas komunitas dan budaya, serta pengembangan generasi muda,” ujarnya.
Baca juga:
Nara Kupu Jogja Dukung Festaya Vol. IV KOMANTTA, Mahasiswa NTT Tunjukkan Kreativitas di Kota JogjaAxel menjelaskan, Nara Kupu Jogja merupakan destinasi agroeduwisata kreatif sekaligus ruang kolaborasi yang hadir sebagai wadah tumbuhnya kreativitas, budaya, dan komunitas anak muda di Yogyakarta.
Menurutnya, generasi muda memiliki energi dan potensi besar untuk menciptakan dampak positif, sehingga pihaknya aktif mendukung berbagai kegiatan komunitas, seni, budaya, pendidikan, hingga kreativitas mahasiswa.
Dalam kegiatan Festaya Vol. IV kali ini, Nara Kupu Jogja memberikan dukungan berupa sponsorship, kolaborasi publikasi, serta penguatan jaringan agar kegiatan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya generasi muda di Yogyakarta.
Axel menilai dukungan sponsor terhadap komunitas mahasiswa daerah sangat penting, bukan hanya dari sisi finansial, tetapi juga sebagai bentuk kepercayaan dan apresiasi terhadap semangat anak muda.
“Ketika komunitas merasa didukung, mereka akan lebih percaya diri untuk berkarya, membuat program yang lebih berkualitas, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi semangat mahasiswa asal NTT yang tergabung dalam KOMANTTA. Menurutnya, mahasiswa NTT memiliki karakter kuat, solidaritas tinggi, serta semangat berkarya yang luar biasa.
“Mereka tidak hanya aktif menjaga budaya daerahnya, tetapi juga mampu beradaptasi dan menunjukkan kreativitas di lingkungan yang lebih luas. Itu merupakan hal yang sangat positif dan membanggakan,” ungkap Axel.
KOMANTTA sendiri dibentuk oleh mahasiswa asal NTT yang menempuh pendidikan di Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Axel menyebut komunitas seperti ini sangat penting karena menjadi rumah kedua bagi mahasiswa perantauan.
“Di dalamnya ada ruang untuk saling mendukung, berkembang bersama, dan menjaga identitas budaya. Selain itu, komunitas seperti ini juga membantu mahasiswa membangun relasi dan lingkungan yang sehat selama menempuh pendidikan,” katanya.
Axel juga menyoroti pentingnya dukungan dari para senior dan tokoh masyarakat terhadap komunitas mahasiswa daerah.
Menurutnya, dukungan tersebut bukan hanya membantu dari sisi materi dan jaringan, tetapi juga memberikan motivasi bagi generasi muda agar terus berkembang.
Salah satu alumni Universitas Atma Jaya Yogyakarta yang dikenal konsisten mendukung KOMANTTA adalah Fransiscus Go.
“Kegiatan ini sangat positif untuk menggambarkan bahwa anak-anak NTT bisa dan mampu berprestasi dalam budaya kreatif di Kota Jogya,” ungkap Fransiscus Go.
Axel pun menilai dukungan dari para senior seperti Fransiscus Go menjadi motivasi penting bagi mahasiswa NTT di Yogyakarta untuk terus percaya diri dalam berkarya dan menjaga solidaritas komunitas.
Lebih lanjut, Axel menegaskan kegiatan seperti Festaya Vol. IV menjadi bukti bahwa anak-anak muda NTT mampu berkembang dan berprestasi dalam budaya kreatif di Yogyakarta.
“Mereka bisa membawa identitas budaya menjadi sesuatu yang positif dan membanggakan,” katanya.
Ia berharap Festaya Vol. IV pada 6 Juni nanti dapat berjalan lancar sekaligus menjadi momentum mempererat solidaritas mahasiswa NTT dan memperkenalkan semangat budaya serta kreativitas mereka kepada masyarakat yang lebih luas.
Ke depan, Nara Kupu Jogja juga membuka diri untuk terus berkolaborasi dengan komunitas mahasiswa dan anak muda yang memiliki visi positif serta berdampak baik bagi masyarakat.
“Kami percaya bahwa kolaborasi adalah salah satu cara terbaik untuk menciptakan ekosistem kreatif yang sehat di Yogyakarta,” tutup Axel.
Tentang Nara Kupu Jogja
Nara Kupu Jogja adalah sebuah destinasi Agroeduwisata istimewa di kaki Gunung Merapi, Yogyakarta, yang sejuk, di mana perkebunan organik, kehidupan farm-to-table, kecintaan terhadap lingkungan, dan kebersamaan menyatu dalam satu lanskap alami.
Berakar pada karakter edu-farm yang menjadi identitas uniknya, Nara Kupu Jogja mengundang setiap tamu untuk tidak sekadar berkunjung, menikmati hidangan, atau berkumpul, tetapi juga untuk kembali dekat dengan alam, belajar dari bumi, dan mengalami perjalanan yang lebih utuh—hangat, hidup, dan penuh makna.