Loading
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menghadiri undangan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. (Antara)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Presiden Prabowo Subianto kembali memanggil sejumlah menteri bidang ekonomi dan pejabat negara ke Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (21/5/2026). Salah satu agenda yang menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut adalah pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) yang dirancang sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) khusus ekspor.
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengatakan dirinya mendapat undangan makan siang bersama Presiden Prabowo sekaligus menyampaikan laporan terkait rencana pembentukan badan ekspor tersebut.
"Ini mau lapor mekanismenya (Badan Ekspor)," kata Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis.
Baca juga:
Indonesia Tegas: Pemerintah Tolak Visa Atlet Senam Israel untuk Kejuaraan Dunia di JakartaMeski begitu, Rosan belum membeberkan secara rinci isi laporan yang akan disampaikan kepada Presiden. Ia hanya memastikan pembahasan berkaitan dengan mekanisme pembentukan badan ekspor yang tengah disiapkan pemerintah.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengaku kehadirannya di Istana juga untuk memenuhi undangan makan siang dari Presiden Prabowo.
Agus mengatakan dirinya telah menyiapkan sejumlah laporan apabila sewaktu-waktu diminta Presiden untuk memberikan penjelasan terkait sektor industri nasional.
"Haruslah, sebagai menteri kan harus siap. Kalau diperlukan kan harus dilaporkan," ujar Agus.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga mengaku membawa sejumlah bahan laporan untuk Presiden. Salah satu yang disiapkan yakni terkait manipulasi nilai dalam dokumen perdagangan ekspor-impor.
"Selalu buat jaga-jaga, kalau ditanya jangan sampai nggak bisa. Ada studi itu, yang saya sebutin kemarin," ucapnya.
Selain para menteri tersebut, pertemuan di Istana juga dihadiri Menteri Perdagangan Budi Santoso dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.
Pertemuan ini memperlihatkan fokus pemerintah dalam memperkuat sektor ekspor nasional melalui pembentukan badan khusus yang diharapkan mampu mendukung perdagangan dan investasi Indonesia ke pasar global.