Selasa, 01 September 2026

TNI Siapkan Pasukan Kejar OPM Usai Pembunuhan Delapan Pendulang Emas di Yahukimo


  • Kamis, 21 Mei 2026 | 10:30
  • | News
 TNI Siapkan Pasukan Kejar OPM Usai Pembunuhan Delapan Pendulang Emas di Yahukimo Pasukan Koops Habema dipersiapkan untuk memburu anggota OPM yang menewaskan delapan warga sipil di Yahukimo, Papua, Rabu (20/5/2026). ANTARA/Ho-Pen Koops Habema

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Komando Operasi TNI Habema menyiapkan pasukan untuk memburu kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang diduga menjadi pelaku pembunuhan delapan warga sipil pendulang emas di wilayah Korowai, Kabupaten Yahukimo, Papua.

Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Rabu (20/5/2026). Delapan korban dilaporkan dibunuh karena dituduh sebagai mata-mata aparat keamanan oleh kelompok bersenjata tersebut.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letnan Kolonel Inf M. Wirya Arthadiguna, menegaskan bahwa seluruh korban merupakan warga sipil yang sedang melakukan aktivitas pendulangan emas.

“Delapan orang tersebut bukan aparat keamanan seperti yang dituduhkan kelompok OPM, melainkan warga sipil yang sedang melakukan aktivitas pendulangan emas di wilayah tersebut,” kata Wirya dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis.

Menurut TNI, aksi tersebut diduga dilakukan anggota TPNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo yang dipimpin Mayor Kopitua Heluka bersama pasukan Batalyon Yamue di bawah komando Mayor Dejang Heluka.

Setelah melakukan pembunuhan, kelompok tersebut dilaporkan melarikan diri ke wilayah lain di pedalaman Papua.

Koops TNI Habema kini telah menyiapkan operasi pengejaran dengan dukungan personel dan helikopter untuk memburu para pelaku. Selain itu, aparat juga fokus melakukan evakuasi terhadap jenazah para korban.

“Koops TNI Habema mengutuk keras aksi kekerasan dan pembunuhan terhadap warga sipil yang dilakukan kelompok OPM. TNI akan melakukan pengejaran terhadap para pelaku serta terus meningkatkan keamanan di wilayah Yahukimo,” ujar Wirya.

TNI juga memastikan patroli dan pengamanan di wilayah Yahukimo akan diperketat guna mencegah terjadinya aksi kekerasan serupa serta memberikan rasa aman kepada masyarakat setempat.

Insiden ini kembali menambah daftar panjang kekerasan bersenjata yang terjadi di Papua, khususnya di wilayah rawan konflik seperti Yahukimo dan sekitarnya.

 

 

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru