CISFED Desak Indonesia Lebih Tegas Sikapi Krisis Kemanusiaan di Gaza


  • Sabtu, 09 Mei 2026 | 09:00
  • | News
 CISFED Desak Indonesia Lebih Tegas Sikapi Krisis Kemanusiaan di Gaza Chairman CISFED Farouk Abdullah Alwyni. ANTARA/HO-CISFED.

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Lembaga kajian Center for Islamic Studies in Finance, Economics, and Development (CISFED) meminta Pemerintah Indonesia mengambil langkah politik yang lebih tegas dan asertif terkait krisis kemanusiaan di Gaza, Palestina, yang terus memburuk akibat serangan Israel.

Chairman CISFED, Farouk Abdullah Alwyni, menilai situasi di Gaza dan Tepi Barat kini telah memasuki fase yang sangat memprihatinkan. Ia menyebut terdapat indikasi kuat terjadinya pelanggaran hukum internasional yang harus menjadi perhatian dunia.

“Situasi kemanusiaan di Gaza dan Tepi Barat telah mencapai tingkat yang sangat memprihatinkan, dengan indikasi kuat pelanggaran hukum internasional,” ujar Farouk dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (9/5/2026).

Menurut Farouk, kondisi yang terjadi di Palestina tidak bisa lagi dipandang sebagai konflik biasa. Ia menilai berbagai tindakan militer yang berlangsung telah bertentangan dengan prinsip-prinsip dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Konvensi Jenewa, hingga Statuta Roma Mahkamah Pidana Internasional.

Karena itu, CISFED menegaskan pentingnya akuntabilitas global untuk melindungi warga sipil yang selama ini menjadi korban konflik berkepanjangan di kawasan tersebut.

Selain mendukung kemerdekaan Palestina, CISFED juga meminta Indonesia tetap konsisten menolak eskalasi militer Israel ke sejumlah negara di Asia Barat. Serangan yang meluas ke Lebanon, Suriah, hingga Iran dinilai berpotensi memicu konflik regional yang lebih besar dan berdampak luas terhadap stabilitas global.

CISFED menilai dampak konflik tersebut kini tidak lagi bersifat jauh atau abstrak bagi Indonesia. Hal itu terlihat dari insiden meninggalnya pasukan penjaga perdamaian asal Indonesia serta pengambilalihan Rumah Sakit Indonesia di Gaza yang sempat menjadi perhatian publik internasional dikutip Antara.

Menurut lembaga tersebut, peristiwa itu menunjukkan bahwa keselamatan warga negara Indonesia dan kepentingan nasional turut terdampak langsung oleh dinamika konflik di kawasan tersebut.

Tak hanya dari sisi geopolitik, CISFED juga mendorong pemerintah memperketat pengawasan terhadap investasi asing di sektor-sektor strategis, khususnya energi, yang diduga memiliki keterkaitan dengan jaringan korporasi Israel.

Salah satu perusahaan yang menjadi sorotan adalah PT Ormat Geothermal Indonesia. CISFED menilai perusahaan tersebut perlu menjalani proses due diligence atau penelusuran menyeluruh untuk memastikan transparansi dan kepentingan nasional tetap terlindungi.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru