Loading
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau peternakan sapi di Desa Sukorejo, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (2/5/2026). ANTARA/HO-Pemprov Jatim
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Kementerian Agama Republik Indonesia akan menggelar sidang isbat penetapan awal Zulhijah 1447 Hijriah pada 17 Mei 2026 atau 29 Zulkaidah 1447 H. Sidang ini sekaligus menjadi dasar penentuan Hari Raya Idul Adha 1447 H bagi umat Islam di Indonesia.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menjelaskan bahwa sidang isbat merupakan forum resmi yang melibatkan pemerintah, organisasi masyarakat Islam, serta para ahli falak dan astronomi.
“Sidang isbat merupakan forum musyawarah untuk menetapkan awal bulan Hijriah,” ujar Abu di Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Dalam penetapan awal Zulhijah, Kemenag menggunakan dua pendekatan utama, yakni hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal). Kedua metode ini saling melengkapi untuk menghasilkan keputusan yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Data hisab memberikan gambaran posisi hilal secara ilmiah, sementara rukyat menjadi konfirmasi melalui pengamatan langsung di berbagai titik di Indonesia.
“Pendekatan ini memastikan keputusan tidak hanya berbasis data ilmiah, tetapi juga terkonfirmasi di lapangan,” jelasnya
Rangkaian sidang isbat akan diawali dengan seminar posisi hilal yang dipaparkan oleh Tim Hisab Rukyat Kemenag dan disiarkan secara terbuka untuk publik.
Baca juga:
Kemenag Sorsel: Papua Barat, Provinsi dengan Indeks Kerukunan Hidup Beragama Tertinggi di Indonesia.Setelah itu, laporan hasil rukyatul hilal dari berbagai wilayah akan dikumpulkan sebelum Menteri Agama memimpin sidang penetapan resmi.
Hasil sidang akan diumumkan melalui konferensi pers sebagai acuan nasional bagi umat Islam.
Berdasarkan data awal, posisi hilal telah memenuhi kriteria visibilitas MABIMS, dengan ketinggian di atas 3 derajat dan elongasi lebih dari 6,4 derajat. Namun, data tersebut masih bersifat prediktif.
“Penetapan tetap menunggu hasil rukyat dan keputusan sidang isbat,” tegas Abu.
Sementara itu, berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang dipedomani Muhammadiyah, Idul Adha 1447 H diperkirakan jatuh pada 27 Mei 2026, dengan awal Zulhijah dimulai pada 18 Mei 2026.
Dengan adanya perbedaan metode perhitungan ini, masyarakat diimbau menunggu keputusan resmi pemerintah sebagai rujukan utama perayaan Idul Adha.