Loading
Kepala RS Polri Kramat Jati, Prima Heru Yulihartono memberikan keterangan pers di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (28/4/2026). ANTARA/Siti Nurhaliza/am.
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Proses identifikasi korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur terus berlangsung. Hingga Selasa (28/4/2026), sebanyak 10 jenazah korban tabrakan antara KRL CommuterLine dan kereta diesel jarak jauh telah berhasil diidentifikasi oleh tim gabungan.
Identifikasi dilakukan di RS Polri Kramat Jati melalui prosedur Disaster Victim Identification (DVI), yang melibatkan berbagai unsur seperti Pusdokkes Polri, Biddokkes Polda Metro Jaya, Bareskrim, hingga tim forensik dari Fakultas Kedokteran Gigi UI.
Kepala Rumah Sakit Polri, Brigjen Prima Heru Yulihartono, menjelaskan bahwa proses identifikasi dilakukan secara menyeluruh melalui sidang rekonsiliasi.
Baca juga:
Korban Tewas Kecelakaan KRL di Bekasi Timur Bertambah Jadi 16 Orang, Puluhan Masih Dirawat“Sebanyak 10 jenazah telah berhasil teridentifikasi berdasarkan data primer dan sekunder,” ujarnya dalam konferensi pers.
Data primer yang digunakan berupa sidik jari, sementara data sekunder meliputi rekam medis, ciri fisik, serta barang-barang pribadi milik korban.
Karodokpol Pusdokkes Polri, Nyoman Eddy Purnama Wirawan, menambahkan bahwa seluruh proses dilakukan secara hati-hati untuk memastikan akurasi identitas korban.
Daftar 10 Korban Teridentifikasi:
Berikut nama-nama korban yang telah berhasil diidentifikasi:
Total Korban dan Lokasi Penanganan
Berdasarkan data dari Polda Metro Jaya, jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan ini mencapai 15 orang.
Saat ini, 10 jenazah berada di RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lanjutan. Sementara lima korban lainnya tersebar di beberapa rumah sakit, yakni RSUD Bekasi, RS Bella, dan RS Mitra.
Proses identifikasi diperkirakan masih akan terus berjalan hingga seluruh korban dapat dipastikan identitasnya dan diserahkan kepada keluarga.