Loading
Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno membuka Jazz Goes to Campus (JGTC) bertajuk The City Series (TCS) 2026 di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Sabtu (25/4/2026). ANTARA/HO-Pemprov DKI Jakarta
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjadikan Jakarta sebagai kota kreatif bertaraf global. Salah satu langkah kuncinya adalah menghidupkan kembali ruang-ruang kreatif yang tersebar di ibu kota.
Menurut Rano, ruang kreatif bukan sekadar tempat berkesenian, tetapi juga motor penggerak ekonomi berbasis ide, inovasi, dan budaya.
Pernyataan itu disampaikan saat membuka Jazz Goes to Campus 2026 dalam rangkaian The City Series di Teater Jakarta, Sabtu (26/4/2026).
“Ruang kreatif harus dimanfaatkan secara optimal untuk membangun masyarakat yang kreatif dan berdaya,” ujar Rano.
TIM Jadi Pusat Aktivasi Kreatif
Salah satu fokus utama Pemprov DKI adalah revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM). Kawasan ini diproyeksikan menjadi pusat seni dan budaya yang mampu mewadahi kolaborasi lintas disiplin.
Di sinilah para kreator diharapkan bisa bereksperimen, bertemu, dan menghasilkan karya yang tidak hanya bernilai artistik, tetapi juga berdampak ekonomi.
Bagi Rano, penguatan ruang seperti TIM menjadi bagian dari visi besar Jakarta sebagai kota global yang tetap berakar pada budaya lokal.
Budaya Betawi Jadi Identitas
Pengembangan ekonomi kreatif Jakarta, kata Rano, tidak boleh kehilangan jati diri. Justru, kekuatan budaya lokal—terutama budaya Betawi—harus menjadi fondasi utama dikutip Antara.
Ia juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam membangun ekosistem kreatif yang kuat dan berkelanjutan.“Anak muda harus berani berkarya dan menjadikan budaya sebagai kekuatan,” ujarnya.
JGTC: Lebih dari Sekadar Festival Musik
Rano menilai Jazz Goes to Campus bukan hanya festival musik, tetapi ruang kolaborasi yang mempertemukan ide, ekspresi, dan inovasi.
Berawal dari lingkungan Universitas Indonesia, JGTC kini berkembang menjadi bagian penting dari denyut seni pertunjukan di Jakarta.
“Musik dan seni bukan hanya soal estetika, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi,” kata Rano.
Ekosistem Kreatif yang Inklusif
Ke depan, Pemprov DKI ingin memastikan ruang-ruang kreatif bisa diakses lebih luas oleh para pelaku industri kreatif.
Tujuannya jelas: menciptakan ekosistem yang inklusif, kolaboratif, dan berkelanjutan.
Dengan langkah ini, Jakarta tidak hanya menjadi pusat pemerintahan dan bisnis, tetapi juga pusat kreativitas yang mampu bersaing di tingkat global.