Kontak Tembak di Yahukimo, Ini Penjelasan Menko Polkam


  • Rabu, 22 April 2026 | 06:30
  • | News
 Kontak Tembak di Yahukimo, Ini Penjelasan Menko Polkam Menteri Koordinator bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago (tengah) memberikan keterangan usai mendampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau RSUD Dekai, Yahukimo, Papua Pegunungan, Selasa (21/4/2026). ANTARA/Mentari Dwi Gayati

 

YAHUKIMO, PAPUA PEGUNUNGAN, ARAHKITA.COM - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago menegaskan bahwa insiden kontak tembak antara aparat gabungan TNI-Polri dan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Yahukimo merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan masyarakat.

Menurut Djamari, langkah aparat semata-mata dilakukan untuk melindungi warga sekaligus memastikan situasi tetap kondusif agar pembangunan nasional dapat berjalan dengan baik.

“Semuanya adalah mereka mengamankan penduduk atau warga Indonesia di sini. Karena dengan keamanan yang bisa membuat situasi pembangunan nasional ini bisa dilakukan dengan baik, tentu harus dilakukan oleh TNI, oleh Polri,” ujar Djamari usai mendampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau RSUD Dekai, Selasa (21/4/2026).

Ia menegaskan, upaya pengamanan di wilayah Papua, khususnya Yahukimo, akan terus dilakukan secara berkelanjutan demi mendukung percepatan pembangunan.

“Upaya itu sudah dilakukan, sedang dilakukan sampai dengan hari ini dan akan dilaksanakan. Sampai kapan? Sampai dengan selesai dan pembangunan supaya bisa berjalan dengan baik untuk kepentingan masyarakat kita di sini,” katanya.

Djamari juga menyinggung adanya penangkapan sejumlah anggota KKB oleh Satgas Cartenz beberapa waktu lalu.
“Itu adalah orang saudara kita yang di hutan sana, mau kemari dan ditangkap di sini,” ujarnya.

Ia memastikan bahwa kondisi di Yahukimo saat ini relatif aman dan terkendali. Aparat keamanan, lanjutnya, terus mengambil langkah terukur guna menjaga stabilitas dan melindungi masyarakat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden kontak tembak terjadi pekan lalu saat tim gabungan melakukan patroli di ruas Jalan Trans Papua. Saat melintas, kendaraan taktis aparat menjadi sasaran tembakan dari kelompok bersenjata.

Personel gabungan kemudian melakukan tindakan balasan sebagai respons atas serangan tersebut. Situasi sempat memanas ketika tembakan kembali dilepaskan dari dua arah, yakni dari sisi kanan dan kiri jalan.

Kontak tembak pun tak terhindarkan, bahkan terdengar teriakan dari arah hutan yang mengindikasikan keberadaan kelompok bersenjata tersebut.

Menko Polkam menilai peristiwa itu merupakan bagian dari upaya aparat dalam menjamin keamanan dan menciptakan perdamaian, sehingga pembangunan di Papua dapat berjalan optimal.

 

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru